Tampilkan postingan dengan label FEATURES. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label FEATURES. Tampilkan semua postingan

Rabu, 28 Maret 2012

KOLEKTOR PERANGKO KINI BERBUAH UNTUNG

Sebagian orang memiliki kecintaan mengoleksi perangko  untuk mengenang sejarah, baik sejarah  perkembangan tokoh  ternama  atau perkembangan perangkat pos itu sendiri. Di lamongan, seorang kolektor, memikili  sebanyak seribu enam ratus perangko  kuno dari  58  negara. Menariknya, dari  sikapi mengenang sejarah ini, ternyata membuahkan rezeki karena tak sedikit  perangko kuno dibeli  kolektor lain  dengan harga mahal.

Sugeng rahmad ardiansyah,  warga desa sukodadi,  kecamatan sukodadi  kabupaten lamongan ini,  tidak pernah  menyangka bahwa hobinya selama ini bakal menjadi rezeki tersendiri.

Sejak tahun 1982, bapak  yang kini memiliki tiga  anak ini  gemar mengoleksi perangko yang berasal dari berbagai negara.  Perangko yang dikumpulkan ini,  berasal dari  58  negara. Mulai dari amerika serikat  hingga perancis.

Secara keseluruhan, jumlah perngko yang dimiliki sugeng sebanyak  seribu enam ratus  edisi.  Usia perangko ini mulai 5 hingga  mencapai 400 tahun.

Perangko  paling tua koleksi warga lamongan ini, berasal  dari amerika serikat dengan gambar presiden amerika pertama george woshington,  dengan tahun pembuatan 1863.

Sedangkan perangko yang paling mahal adalah perangko yang tertera tulisan w-w-f,  yaitu jenis perangko  langkah keberadaannya di dunia. Rata-rata perangko jenis ini bergambarkan binatang satwa yang sangat langkah.

Selain itu, warga sukodadi ini juga mempunyai koleksi perangko dalam negeri pada  presiden sukarno .  Koleksinya lengkap, mulai dari awal sukarno  berkuasa hingga suharto lengser.

Menurut sugeng rahmad ardiansyah, perangko yang dimilikinya ini ia kumpulkan sejak masih s-m-p. Selain  melakukan pencarian secara langsung, ia  juga melakukan pertukaran dengan teman-teman sesama filateli dari berbagai negara.

Menariknya, dari  aksi mengenang sejarah ini, ternyata membuahkan rezeki karena tak sedikit  perangko kuno dibeli  kolektor lain  dengan harga mahal. Yaitu antara  500 ribu hingga jutaan. Bahkan seluruh perangko sugeng pernah ditawar dua  milard oleh  kolektor  dari belanda. Namun karena kurang pahamnya bahasa inggris akhirnya penawaran tersebut batal.

Saat ini,  perangko-perangko koleksi sugeng  rahmad ardiansyah ini   diburu oleh banyak kolektor  dunia, padahal semula sugeng mengumpulkan perangko hanya sekedar hobbi untuk mengenang sejarah.
Read more »

Sabtu, 20 Agustus 2011

BERBUKA PUASA DENGAN NASI BORANAN

Nasi boranan tidak pernah dilewatkan warga lamongan saat berbuka puasa. Makanan khas lamongan ini menawarkan sensasi rasa yang pedas.

Nasi boranan atau warga setempat menyebutnya sego boranan, merupakan makanan khas yang usianya dipercaya mencapai ratusan tahun. Hingga kini, makanan tersebut tetap lestari.

Disebut nasi boranan karena tempat penyimpanan nasinya terbuat dari bambu yang lazim disebut boran. Sambal yang berbentuk kuah kental membedakan nasi boranan dengan makanan lainnya.

Untuk mendapatkan nasi boranan ini tidaklah sulit, hampir di setiap sudut kota lamongan selalu ada penjual yang siap menawarkan masakannya.

Seperti para penjual di jalan ahmad dahlan ini, mereka sudah berjualasan sejak pukul empat sore. Selain melayani para pembeli yang ingin membawa pulang nasi boranan, para penjual ini juga melayani para pembeli yang ingin menikmati nasi boranan di tempat penjualan.

Dengan sambal khas ini lauk yang disediakan seperti ikan air tawar, telor dan juga daging ayam akan semakin lezat saat disantap. Selain itu nasi boranan dilengkapi krupuk yang disebut rempeyek dan sedikit urap-urap dari daun pepaya.

Zainuri, salah seorang warga lamongan mengaku tak pernah melewatkan nasi boranan sebagai menu berbuka puasa. Rasa sambalnya yang pedas, membawa aroma tersendiri saat berbuka puasa.

Nasi boranan tidak hanya pas untuk menu berbuka puasa, untuk sahurpun warga memilih untuk menikmati nasi boranan. Penjual nasi boranan tidak hanya berjualan sore hingga malam saja, namun ada juga sebagian yang berjualan mulai malam hingga pagi hari. Tentunya menikmati nasi boranan disaat ramadhan akan berbeda jika dibanding dengan menikmatinya di hari-hari biasa. Tidak percaya ? Silahkan bolo mencobanya.
Read more »

SEPULUH HARI TERAKHIR, TADARUS GUNAKAN QUR’AN ISTANBUL

Berbagai cara dilakukan untuk menyambut sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan. Di lamongan, warga melakukan tadarus dengan menggunakan Al-Qur’an Istanbul atau Al-Qur’an super mini.

Di sebuah mushallah desa Pagerwojo kelurahan Sukomulyo kecamatan kota Lamongan, warga setempat berbondong bondong menyambut sepuluh hari malam terakhir bulan Ramadhan, untuk mencari berkah malam Lailatul Qadar.

Kali ini sedikit berbeda. Umat islam yang biasanya menyambut dengan membaca Al-Qur’an biasa. Kini, warga bersama takmir mushallah setempat menggelar tadurus yang di iringi dengan bacaan Al- Qur'an istanbul atau al qur'an super mini.

Qur'an Istanbul merupakan Al-Qur’an langka, yang hanya berukuran kurang lebih dua centimeter kali tiga centimeter saja.

Meskipun ukurannya sangat kecil dan sulit di baca dengan kasat mata, tak menjadi halangan bagi pembaca al qur'an tersebut. Wargapun harus menggunakan kaca pembesar untuk membaca al qur'an istanbul.

Al qur'an istanbul atau mini, sengaja dikeluarkan takmir mushallah setempat, hanya pada saat malam tertentu, salah satunya, malam-malam ganjil pada sepuluh hari terakhir bulan ramadhan.
Seperti yang diungkapkan oleh Nus Samsi, takmir masjid setempat. Qur’an Istambul tersebut, hanya dikeluarga setahun sekali, yakni pada saat bulan ramadhan saja. Usai tadarus, Al-Qur’an mini kemudian disimpan di tempat yang khusus, agar Al-Qur’an tak rusak.

Malam Lailatul Qadar, bagi umat islam, merupakan malam seribu bulan yang sangat dinanti-nantikan. Dimana, pada malam itu, segala dosa akan terampuni jika mau bertobat.
Read more »

Jumat, 12 Agustus 2011

MAKAM SUNAN DRAJAT DIPADATI PEZIARAH


Memasuki bulan ramadhan, sejumlah makam tokoh penyebar agama islam  ramai dikunjungi penziarah. Hal ini seperti terjadi di makam Sunan Drajat,  salah satu wali songo,   di Lamongan, jawa timur. Bagi sejumlah peziarah,   mendo’akan  penyiar islam yang sudah meninggal saat bulan ramadhan dapat mendatangkan kedamaian tersendiri.

Bulan suci ramadhan menjadi  moment tersendiri  bagi sejumlah  umat islam. Mereka melakukan ziarah ke makam tokoh-tokoh penyiar islam zaman  dulu.

Diantara makam yang ramai penziah saat bulan puasa ini adalah makam Sunan Drajat di desa drajat kecamatan paciran lamongan.

Sunan Drajat  yang memiliki nama kecil Raden Qosim atau Raden Syarifuddin ini,  wafat pada tahun 1522 setelah berdakwah di daerah pesisir gresik dan lamongan.

Menurut Raden Adi Susanto, keturanan Sunan Drajat ke empat belas, di antara ajaran Sunan Drajat yang dikenal masyarakat adalah Catur Piwulang. Dan tulisan ajaran ini tertera di area pemakaman.

Ajaran ini intinya mengajarkan agar kita memberi  tongkat kepada orang buta, memberi  makan kepada yang kelaparan, memberi  pakaian kepada yang telanjang serta memberi  payung kepada yang kehujanan. 

Sementara itu, menurut Mohamad Safari, salah seorang peziarah, mendo’akan penyiar islam saat bulan ramadhan  dapat mendatangkan kedamaian tersendiri.

Di komplek pemakaman ini juga terdapat sumur dan bayang gambyang,  tempat musyarawah peningglan Sunan Drajat.

Selain itu, di luar area pemakaman  terdapat penjualan berbagai jenis sofenir peralatan beribadah.

Read more »

Senin, 01 Agustus 2011

PENGRAJIN SONGKOK KEBANJIRAN ORDER

Memasuki bulan ramadhan tahun ini, membawa berkah tersendiri bagi pengrajin songkok di lamongan. Pada minggu pertama saja, pesanan terus meningkat hingga 40 % dari hari biasanya. Tidak hanya dalam kota, songkok produksi lamongan tersebut, dipasarkan hingga ke sejumlah pulau di indonesia.

Ramadhan tahun ini, membawa berkah bagi pengrajin songkok, khususnya yang berada di desa Pomahan Janggan, kecamatan Turi Lamongan. Dalam minggu pertama ini, pengrajin songkok mulai kebanjiran order hingga empat puluh prosen.

Pada hari biasa, dalam seminggu permintaan songkok hanya 250 kodi. Namun, memasuki bulan ramadhan tahun ini, pesanan mengalami kenaikan yang signifikan, yakni mencapai 290 kodi perminggunya.

Untuk memenuhi order tersebut, pengrajin terpaksa harus lembur dan menambah karyawan. Mengingat, pesanan bukan saja datang dari dalam kota, melainkan sejumlah kota di luar jawa, seperti Makassar, Lampung, maupun Samarinda.

Alfin, pengrajin songkok asal lamongan ini, mengakui, jika memasuki bulan ramadhan tahun ini, songkok lebih banyak dikirim ke luar jawa ketimbang di kota sekitar, seperti gresik, surabaya dan sidoarjo.

Di tengah ramainya pesanan yang melimpah ini, para pengrajin songkok, kini justru dibenturkan dengan permasalahan baru, yakni kesulitan mencari bahan baku pembuatan songkok. Para pengrajin ini, terpaksa harus merogoh kocek lebih besar lantaran harus mendatangkan bahannya dari singapura.
Read more »

Jumat, 29 Juli 2011

SAMBUT RAMADHAN, LOMBA FUTSAL KENAKAN SARUNG DAN KOPYAH

Beragam cara dilakukan untuk  menyambut datangnya bulan suci ramadhan. Di lamongan, sekelompok bapak-bapak mengelar lomba futsal unik. Seluruh pemain menggunakan sarung dan kopya. Ulah bapak-bapak ini menggundang gelak tawa penonton. Uniknya lagi,  perwakilan tim pemenang futsal ini diharuskan menaiki kambing dan berputar-putar di lapangan.

Futsal lazimnya dilakukan dengan kostum olah raga. Namun lomba futsal yang digelar bapak-bapak warga perumahan kusuma bangsa kota lamongan ini, mengharuskan  seluruh pemain mengenakan sarung serta kopya. Sementara para anak serta istri pemain menjadi penonton di pinggir lapangan. Mereka harus memberi semangat agar pemain tidak loyo.

Saat di lapangan, meski berbusana layaknya orang hendak sholat. Namun  peserta lomba futsal menyambut datangnya bulan suci ramadhan ini, tetap linca  menggiring bola. Uniknya, setiap berhasil memasukan bola ke gawang lawan, mereka langsung melakukan  sujud di tengah lapangan.

Fatkur, salah satu anak –anak, mengakui jika lomba futsal memakai sarung ini, selain unik, juga memberi semangat pada kalangan anak-anak agar meniru para orang tua untuk melakukan olah raga sehingga kondisi tubuh  selalu sehat.
               
Sementara zaini febri arianto, ketua panitia menegaskan jika lomba futsal ini segaja digelar untuk mengingatkan pada warga bahwa sebentar lagi akan menyambut datangnya bulan suci ramadhan. Tradisi unik ini, rencananya akan digelar satu tahun sekali. Selain untuk menjaga kesehatan juga  sebagai ajang silaturahmi antar warga.

Uniknya lagi,  perwakilan dari tim pemenang lomba futsal ini harus menaiki seekor kambing yang merupakan hadiahnya. Ia harus berputar-putar lapangan sebagai tanda kemenangan. Pertandingan futsal kali ini,   tim dari tahap dua warga perumahan kusuma bangsa keluar sebagai pemenang setelah menundukan tim tahap satu perumahan kusuma bangsa.
Read more »