Tampilkan postingan dengan label UMUM. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label UMUM. Tampilkan semua postingan

Senin, 16 April 2012

KUNCI JAWABAN SOAL UN BEREDAR VIA SMS

Seluruh sekolah tingkat menengah atas di lamongan, secara serempak mengikuti ujian nasional, U-N. Pengawasan ketatpun dilakukan untuk mengantisipasi contekan, terlebih setelah beredarnya kunci jawaban soal yang beredar lewat SMS sejak senin dini hari.

Secara serempak, siswa kelas tiga sekolah menengah atas se indonesia, melaksanakan Ujian Nasional, U-N, yang digelar senin hingga kamis mendatang.

Pengawasan super ketatpun dilakukan untuk mengantisipasi adanya tindakan saling mencontek antar peserta Ujian Nasional. Untuk masing-masing ruangan, dipersiapkan dua pengawas yang disilang dari sekolah lain.

Tidak hanya itu, di SMU NEGERI 1 Lamongan, selain melarang siswa membawa handphone, dan mengumpulkan semua tas siswa, pihak sekolah bahkan memasang kamera cctv.

Kamera-kamera pengintai ini  ditempatkan di atas kelas atau di pojok ruangan. Untuk memantau seluruh ruangan, pihak sekolah menghubungkan kamera cctv ke dalam perangkat komputer. Dari komputer ini cctv di operasikan yang memonitor semua aktifitas siswa maupun pengawas  selama unas berlangsung.

Tindakan ini, dipicu dengan beredarnya kunci jabawan soal ujian nasional bahasa indonesia yang beredar sejak senin dini hari, sebelum para peserta unas memasuki ruang ujian.

Menyikapi hal itu, Agus Suyanto, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan, membantah jika itu merupakan kunci jawaban soal Ujian Nasianal. Menurutnya, kunci jawaban yang beredar melalui SMS tersebut, adalah palsu dan tidak bisa dipertanggung jawabkan kebenarannya. Hal itu, merupakan ulah oknum yang ingin memperkeruh pelaksanaan ujian nasional.

Di lamongan  secara keseluruhan siswa sekolah  mengengah tingkat atas yang mengikuti unas tahun ini sebanyak 15.458 siswa. Diantaranya terdiri dari siswa s-m-u sebanyak 5.742 siswa, siswa madrasah aliyah sebanyak  4.013 dan siswa s-m-k sebanyak 5.703 siswa.
Read more »

Selasa, 27 Maret 2012

PRAKTIK PUNGLI PENGURUSAN SURAT DI KECAMATAN PUCUK

Di tengah gencarnya program e-ktp dengan kucuran dana yang tidak sedikit dari pemerintah pusat, di lamongan, justru semakin marak adanya praktik pungli di kantor kecamatan. Untuk meminta surat pindah kecamatan saja, warga harus membayar puluhan ribu rupiah, itupun masih belum rampung.

Sepertinya, warga miskin selalu menjadi korban praktik pungli di kalangan birokrasi. Di lamongan, seorang warga harus mengeluarkan puluhan ribu rupiah hanya untuk meminta surat pindah kecamatan yang harusnya gratis.

Hal itu, dialami oleh Sulis Rahmadi, warga dusun Tulung, desa Wanar, kecamatan Pucuk, Lamongan. Yang meminta surat pindah untuk adiknya yang hendak pindah ke kecamatan Deket, lamongan, dan harus mengeluarkan uang sebesar  75 ribu rupiah, dan itupun belum tuntas berkas-berkasnya.

Awalnya, Sulis yang meminta surat pengantar dari kelurahan, membayar sebesar lima belas ribu rupiah. Selanjutnya, ia datang ke kantor kecamatan dan diharuskan membayar biaya administrasi sebesar 23 ribu rupiah di tambah enam ribu rupiah untuk membeli materai.

Meski  telah membayar, Sulis harus menunggu selama dua minggu untuk proses pengerjaan surat. Namun, setelah dua minggu, saat sulis mengambil berkas di kantor kecamatan, iapun diharuskan kembali membayar biaya administrasi sebesar tiga puluh ribu rupiah.

Tarikan itu, terang saja diluar dugaan sulis. Namun, terpaksa ia harus membayarnya. Namun, biaya yang besar tersebut, ternyata masih mengecewakan. Pasalnya, surat-surat yang diterimanya belum lengkap sehingga tidak bisa dilanjutkan ke kecamatan selanjutnya.

Sementara itu, kepala Dinas Catatan Sipil dan Kependudukan Kabupaten Lamongan, Mursid, yang dikonfirmasi melalui telepon, menjelaskan. Sesuai dengan surat edaran yang dikeluarkan oleh Bupati lamongan, bahwa semua pengurusan surat ke kecamatan untuk pindak tempat dalam satu kabupaten, adalah gratis dan tidak dipungut biaya apapun.
Read more »

Minggu, 26 Februari 2012

HARGA GABAH ANJLOK, PETANI LAMONGAN RESAH

Penderitaan petani, khususnya yang berada di kabupaten lamongan, sepertinya tak pernah usai. Setelah tanaman mereka diserang hama wereng dan cuaca buruk yang mengakibatkan tanaman padi mereka membusuk, kini mereka kembali dibuat resah dengan anjloknya harga gabah.

Memasuki masa panen, tidak serta merta membuat petani merasa senang. Kini, mereka justru diresahkan dengan anjloknya harga gabah . Hal itu, khususnya dialami oleh petani yang berada di desa Kebet, kecamatan kota Lamongan.

Sebelumnya  harga gabah basah satu kilo gramnya mencapai Rp. 3.000,- hingga Rp. 3.200,-  namun  memasuki musim panen kali ini harga gabah anjlok menjadi  Rp. 2.500,- Rp. 2.700,- saja untuk setiap kilogramnya.

Muslikin, salah satu petani desa setempat, mengakui jika harga gabah saat ini anjlok. Hasil yang dihasilkan dari panen saat ini, tidak sepadan dengan beaya yang dikeluarkan untuk perawatan, terlebih lagi untuk ongkos panen.

Untuk itu, petani berharap agar pemerintah segera turun tangan untuk mangatasi   permainan tengkulak tersebut, agar harga gabah tidak semakin anjlok. Karena tanpa ada campur tangan pemerintah hasil panen petani tidak sebanding dengan biaya produksi dan mahalnya harga pupuk dan obat pertanian.

Sementara itu, Syaifullah Yusuf, wakil gubernur Jawa Timur, saat menghadiri harlah muslimat NU lamongan, menegaskan, pihak pemprov akan segera melakukan tindakan dengan anjloknya harga gabah tersebut. Salah satunya, memerintahkan kepada pihak Bulog untuk melakukan pembelian langsung terhadap gabah petani dengan harga yang disesuaikan dengan harga pasaran.

Kesengsaraan yang dialami oleh petani ini, bukan kali pertama terjadi. Pada musim panen sebelumnya, petani diserang dengan hama wereng dan cuaca buruk yang membuat tanaman padi mereka membusuk sehingga mereka mengalami gagal panen. Mestinya, pemerintah harus mencari solusi agar kejadian serupa tidak lagi dialami oleh para petani, khususnya di lamongan.
Read more »

Selasa, 21 Februari 2012

KELUYURAN, BELASAN PNS BOLOS TERJARING RAZIA PETUGAS

Sejumlah pegawai negeri sipil, PNS  yang sedang kluyuran saat jam kerja di lamongan, rabo siang (22/02), dijaring tim gabungan Badan pegawaian dan Satpol  PP kebupaten setempat. Dalam razia ini, petugas mendapati lima PNS wanita yang berasal dari Dinas Perhubungan tengah bolos bersama di sebuah minimarket.

Nama besar pegawai negeri sipil, PNS di lamongan, kembali tercoreng, kali ini, belasan oknum PNS,yang digaji dari pajak uang rakyat,  tertangkap basah tengah keluyuran pada saat jam kerja dan terpaksa terjaring razia petugas gabungan Badan Kepegawaian dan Satpol PP kabupaten setempat.

Oprasi penegakan disiplin ini, diawali di pasar baru lamongan. Di tempat ini, petugas menemukan sejumlah PNS yang tengah asyik berbelanja. Sebagian lagi, justru asik membungkus makanan di sebuah rumah makan untuk keluarganya yang berada di rumah.

Selanjutnya, petugas melakukan razia ke sejumlah pertokoan yang berada di seluruh ruas jalan kota lamongan. Di tempat ini, petugas berhasil menemukan lima Pegawai Negeri Sipil yang berasal dari dinas perhubungan setempat, tengah asyik berbelanja di sebuah mini market.
Ironisnya, aksi bolos massal  ini, dilakukan bersama-sama dengan sekretaris dinas mereka yang hanya menunggu di dalam mobil. Mereka bahkan sempat melawan serta mengancam petugas dan menolak untuk menyerahkan KTP.

Tidak hanya sampai disitu, petugas inipun melanjutkan razia ke sejumlah warung yang berada di pinggir kota lamongan. Di sebuah warung, petugas juga menemukan seorang Kasi Dinas Bina Marga Kabupaten Lamongan yang tengah membolos bersama tiga anak buahnya.

Alfian Helmy, Kasi Pembinaan satpol pp lamongan, menegaskan, razia ini, bertujuan untuk menertibkan Pegawai Negeri Sipil yang tidak disiplin dalam bekerja dan tengah keluyuran saat jam kerja, yang akhir-akhir ini marak dilakukan oleh pegawai yang digaji dengan uang rakyat tersebut.

Rencananya, razia serupa akan terus dilakukan secara rutin, apabila terdapat PNSyang tertangkap lebih dari satu kali maka akan di jatuhi sanksi yang lebih berat, termasuk sanksi pemecatan.
Read more »

Minggu, 19 Februari 2012

SEKOLAH RUSAK, SISWA TERPAKSA BELAJAR DI RUANG BERSEKAT DAN MUSHOLA

Akibat terjangan angin puting beliung yang terjadi beberapa hari lalu, menyebabkan tiga ruang kelas sebuah Sekolah Dasar Negeri di lamongan rusak parah. Akibatnya, siswa terpaksa belajar di ruangan yang disekat menggunakan papan kayu. Sementara sisanya, harus berdesakan di musholah sekolah setempat.

Tiga ruangan kelas SDN Padengan Ploso II, yang berada di desa Padengan Ploso, kecamatan Pucuk, Lamongan ini, praktis tak dapat digunakan lagi oleh siswa, akibat diterjang angin puting beliung beberapa hari lalu.

Sebagian besar atap kelas ambruk. Ditambah lagi, kondisi gedung yang telah dibangun sejak tahun 1976 ini belum pernah direnofasi, membuat sebagian besar kontruksi telah rapuh dan keropos.

Untuk melaksanakan proses belajar mengajar, siswa terpaksa harus belajar di ruangan yang disekat dengan menggunakan papan. Untuk kelas satu dan dua, ditempatkan bersama dengan siswa taman kanak-kanak. Siswa kelas tiga dan empat dalam satu ruangan, untuk kelas enam, harus dipisahkan sendiri lantaran sebentar lagi harus menghadapi ujian nasional.

Untuk siswa kelas lima yang tidak  kebagian ruang kelas untuk proses belajar mengajar, terpaksa harus berdesakan di mushola sekolah setempat yang hanya berukuran tiga kali empat meter.
Tutus, salah satu siswa kelas tiga ini misalnya. Ia mengaku tidak dapat secara maksimal mengikuti proses belajar mengajar di satu ruang kelas yang disekat dan berdesakan ini.

Sementara itu, Ilham Romanto, Kepala Bidang TK-SD Dinas Pendidikan Lamongan, menegaskan, rusaknya tiga ruang kelas ini, pihak pemerintah untuk sementara tidak bisa berbuat banyak. Pasalnya, pihak diknas sendiri masih harus menunggu datangnya Dana Aloksi Khusus (DAK) dari pemerintah pusat yang rencananya akan tiba bulan maret tahun ini.

Kondisi ini, membuat siswa pasrah dan terpaksa harus terus menjalani proses belajar mengajar di tempat yang berdesakan hingga datangnya Dana Alokasi Khusus tersebut.
Read more »

Kamis, 16 Februari 2012

JALUR ALTERNATIF LAMONGAN TUBAN RUSAK PARAH, ANCAM KESELAMATAN WARGA

Akibat curah hujan tinggi, jalur  aleternatif yang menghubungkan  Lamongan-Tuban dan Lamongan- Gresik   kini mengalami  rusak  parah. Selain berlubang,  jalan jalur alternatif ini  aspalnya mengelepus serta tergenang air.  Kondisi  ini  mengancam keselamatan pengguna jalan serta rawan kemacetan.

Semenjak musim penghujan, pengendara mobil  dan motor yang melintas di jalur alternatif lamongan-tuban dan lamongan-gresik harus  ekstra hati-hati. Pasalnya,   saat ini di  sepanjang  jalan ini mengalami  kerusakan parah.

Kerusakan terparah terjadi di  kilo meter  tiga  dari arah  sukodadi,  tepatnya di desa  banjar madu hingga desa tanggulangin kecamatan karanggeneng, lamongan. Di jalur ini landasan aspal  mengelupas  dan terendam air serta sejumlah titik  berlubang. Akibatnya jalan  seperti kubangan besar.

Rusaknya jalur yang menghubungkan jalan pantura dengan jalan raya daendelles  ini  mengakibatkan arus lalu lintas  macet dan rawan terjadi kecelakaan. Selain itu, sejumlah kendaraan roda empat juga rusak setelah melewati jalan menuju tuban dan gresik ini. Di antarnya pelek roda rusak serta ban meletus.

Supriyadi, salah satu pengguna jalan, mengaku, rusaknya jalan  ini akibat  rendahnya kwalitas jalan.  Sehingga struktur jalan langsung hancur saat deras. Kondisi ini, kerap kali membuat pengguna jalan terjatuh.

Meski kerusakan jalur  lamongan-tuban dan lamongan gresik  ini  terjadi semenjak  musim penghujan, namun upaya perbaikan yang dilakukan pemkab lamongan  kurang optimal. Bahkan di titik ini, belum mendapatkan penanganan sama sekali.

Kini para pengguna jalan berharap,  agar pemerintah  lebih serius memperbaiki jalur yang berlubang  dan mengancam keselamatan   ini,  mengingat  pajak serta restribusi  terus mereka bayar.
Read more »

Rabu, 25 Januari 2012

TUJUH BELAS TAHUN LUMPUH DI TEMPAT TIDUR, PEMERINTAH TUTUP MATA


Kondisi memprihatinkan, dialami oleh warga miskin di lamongan. Selama 17 tahun, ia hanya terbaring di tempat tidur akibat penyakit lumpuh yang dideritanya. Ironisnya, meski rumahnya berada persis di depan rumah kepala desa, pemerintah setempat hanya menutup mata tanpa melakukan upaya apapun untuk membantu.

Beginilah kondisi Ismawatin, gadis berusia 28 tahun, warga desa Glugu, kecamatan Deket,  lamongan. Yang hanya hidup berdua bersama ibunya, Dining, dalam rumah reot dan berlantaikan tanah.

Selama tujuh belas tahun, warga miskin ini, hanya terbaring di tempat tidur, akibat penyakit lumpuh yang menyerang tangan, kaki, serta sebagian besar organ tubuhnya. 

Penyakit ini, mulai diderita oleh Ismawatin, sejak ia berusia 11 tahun yang lalu. Saat itu, ia yang masih duduk di bangku kelas empat sekolah dasar, menderita panas, disertai demam tinggi.
Lantaran kondisi ekonomi yang kekurangan, sebagai janda yang hanya berpenghasilan Rp. 10,000,- per harinya, ia hanya mampu sekali membawa anaknya pergi ke dokter dan selanjutnya hanya dibawa ke pengobatan alternatif.

Bukannya sembuh, kondisi Ismawatin justru semakin parah. Tangan dan kakinya tak lagi bisa digerakkan. Bahkan, saat ini, sebagaian besar organ tubuhnya ikut tak berfungsi, dan untuk bicarapun ia tak mampu.

Dining, ibu Ismawatin, mengaku, meski tergolong sebagai warga miskin, pihak pemerintah setempat, tidak melakukan upaya apapun, atau sekedar memberikan bantuan. Tragisnya, Yuli  kepala desa setempat, yang rumahnya persis berada di depan rumah Ismawatin, hanya menutup mata. Bahkan, Dining mengaku telah dimarahi kepala desa saat bicara jujur kepada wartawan salah satu media cetak.

Nasib seperti ini, hanya contoh kecil dari sekian banyak pasien miskin di indonesia, khususnya di kabupaten lamongan. Mestinya, hal ini tak perlu terjadi jika saja pemerintah benar-benar memperhatikan kesehatan rakyat, dengan memberikan jaminan kesehatan masyarakat (JasKesMas) yang tepat sasaran.
Read more »

Rabu, 09 November 2011

MAHASISWA TUNTUT KEJAKSAAN DAN POLISI USUT TUNTAS KONTRAKTOR NAKAL


Amburadulnya proyek di lamongan, mulai dari pembangunan jalan hingga infrastruktur, hampir 80 % menyalahi bestek. Menyikapi hal itu, puluhan mahasiswa yang tergabung dalam pergerakan mahasiswa islam Indonesia (PMII), kamis siang (10/11), menggelar aksi unjuk rasa ke kantor kejaksaan dan kepolisian setempat untuk menuntut segera diusutnya para kontraktor nakal tersebut.
Dengan membentangkan sejumlah poster yang berisi hujatan kepada kontraktor, puluhan mahasiswa ini memulai aksinya di depan kantor kejaksaan lamongan.
Mahasiswa menilai, pelaksanaan proyek yang berada di kabupaten lamongan, kian memprihatinkan. Di tengah minimnya anggaran pemerintah daerah, justru para elit politiknya terus mempermainkan proyek sehingga sebagian besar menyalahi bestek.
Di antaranya, proyek pembangunan jalan yang menelan biaya milyaran rupiah, delapan puluh prosennya menyalahi bestek dan tidak sesuai dengan R-A-P yang ditentukan. Pembangunan resi gudang yang berada di kecamatan tikung, lamongan, dengan menelan anggaran 5,3 milyar disunat. Besi yang seharusnya berukuran 8 mm, hanya digunakan besi ukuran 6 mm.
Selain itu, pembangunan rehabilitasi puskesmas kedumpring dengan dana hampir 800 juta rupiah, tidak sesuai dengan pengerjaan. Tembok yangmestinya harus diganti, hanya disiasati dengan diplamir dan dicat saja. Dan masih banyak lagi sejumlah proyek di lamongan yang kesemuanya menyalahi bestek.
Ironisnya, kejaksaan maupun kepolisian, dinilai hanya menutup mata tanpa melakukan apapun terhadap amburadulnya proyek tanpa ada upaya penyelidikan terhadap kontraktornya.
Menurut Maftukhin, korlap aksi, dengan bobroknya pelaksana proyek tersebut, mahasiswa menuntut agar penegak hukum segera mengusut para kontraktor nakal. Kejaksaan maupun pihak kepolisian diharapkan jangan tebang pilih dalam menuntaskan kasus korupsi di kabupaten lamongan.
Rencananya, aksi semacam ini, akan terus dilakukan oleh mahasiswa hingga pihak kejaksaan maupun kepolisian sebagai aparat penegak hukum benar-benar mengadili para kontraktor nakal sebagai efek jera.
Read more »

Selasa, 01 November 2011

PELAYANAN RSUD DOKTER SOEGIRI LAMONGAN KURANG MAKSIMAL


Sebagai layanan publik, pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah Dokter Soegiri Lamongan dinilai masih kurang maksimal. Selain sejumlah alat medis yang rusak, rumah sakit yang dibiayai oleh pemerintah inipun tidak memiliki dokter ahli yang memadahi.
Banyaknya keluhan dari masyarakat, dengan kurang maksimalnya pelayanan RSUD Dokter Soegiri lamongan, membuat wakil bupati setempat, Amar Syaifudin, segera melakukan pemeriksaan.
Dari pemeriksaan yang dilakukan ini, wakil bupati masih banyak menemukan kekurangan, baik dalam hal pelayanan secara umum, maupun pelayanan secara medik.
Seperti halnya yang terjadi di ruang radiologi. Ditemukan sejumlah alat yang dalam kondisi rusak, yakni alat yang digunakan untuk USG bagi ibu hamil, sehingga tidak lagi bisa digunakan. Bahkan, ct scan, yang berhrga milyaran rupiah, dan baru saja dibeli dengan biaya pemerintah, juga dalam kondisi rusak.
Selain alat yang rusak, adanya proyek teknologi informasi bernilai puluhan juta rupiah, yang sedianya akan dijadikan informasi pelayanan dari 33 puskesmas dan 2 rumah sakit di kabupaten lamongan, dalam kondisi mangkrak dan tidak dapat dioprasikan.
Wakil bupati lamongan, Amar Syaifudin, menghimbau kepada direktur rumah sakit, untuk segera melakukan perbaikan terhadap semua fasilitas yang tak dapat difungsikan tersebut. Mengingat, bagaimana rumah sakit akan memberikan pelayanan terhadap masyarakat jika alat yang harus digunakan tidak dapat dipergunakan.
Sementara itu, perihal rumah sakit yang tidak memiliki dokter spesialis yang memadahi, Dr. Fida, direktur RSUD Dokter Soegiri Lamongan, mengakui jika kesulitan untuk melakukan perekrutan. Pasalnya, setiap dibuka lowongan untuk dokter spesialis, selalu saja tidak ada yang bersedia mendaftarkan diri.
Read more »

Senin, 24 Oktober 2011

DIANGGAP MERUSAK MORAL, PULUHAN WANITA PENGHIBUR DIAMANKAN POLISI


Maraknya tempat hiburan malam di kawasan Lamongan, yang sebagian besar menyediakan minuman keras dan wanita penghibur, merupakan ancaman moral bagi warga setempat. Menyikapi hal itu, puluhan wanita penghiburpun, selasa siang (25/10), diamankan petugas untuk diberi pengarahan.
Longgarnya peraturan daerah kabupaten Lamongan bagi pengelola tempat hiburan malam dalam setahun terakhir, mengakibatkan mulainya bermunculan tempat-tempat hiburan malam yang baru, yang kesemuanya menyajikan minuman keras dan wanita penghibur.
Di kawasan kota Lamongan saja, terdapat 8 tempat hiburan malam. Jumlah tersebut, belum termasuk tempat-tempat hiburan yang tersebar di setiap kecamatan.
Kondisi tersebut, merupakan ancaman moral bagi warga Lamongan yang selama ini dikenal dengan jumlah pondok pesantren yang cukup besar, khususnya di wilayah jawa timur.
Pasalnya, di setiap ruas jalan dan tempat keramaian, meski disiang hari, kerap kali dijumpai wanita penghibur yang lalu lalang dengan pakaian yang tidak senonoh.
Menyikapi hal itu, petugas gabungan yang berasal dari kepolisian, Satuan Polisi Pamong Praja dan Dinas Perizinan, selasa siang, mengamankan puluhan wanita penghibur dan pengelola tempat hiburan yang beroprasi di kawasan kota Lamongan.
Tujuannya, untuk memberikan peringatan terhadap para wanita penghibur agar menjaga cara berpakaian mereka ketika berada di lingkungan masyarakat. Selain itu, pihak pengelola tempat hiburan, diwajibkan mengarahkan pegawainya untuk tidak memakai pakaian yang tak senonoh saat bekerja melayani tamu.
Akp Gunawan, kasubag Humas Polres Lamongan, menegaskan, pihak kepolisian akan terus melakukan pemeriksaan secara intensif kepada semua tempat hiburan malam. Jika ditemukan pegawainya masih berpakaian tidak sopan, maka akan segera dipasang garis polisi dan direkomendasikan akan ditutup oleh pemerintah kabupaten setempat.
Read more »

Sabtu, 15 Oktober 2011

ALAT BERAT MULAI BEKERJA, PEDAGANG PASAR BABAT MASIH TETAP BERTAHAN


Adanya perlawanan dari ribuan pedagang, pemerintah kabupaten lamongan, akhirnya menunda jadwal eksekusi pada 14 oktober lalu menjadi 16 oktober besok. Hingga sabtu siang, beberapa alat berat mulai melakukan pembongkaran. Namun, ribuan pedagang masih tetap bertahan dengan aktifitasnya.
Sejumlah alat berat, mulai sabtu siang telah didatangkan dan memulai melakukan pembongkaran terhadap sejumlah lapak pedagang pasar babat yang berada di eks terminal sebelas selatan.
Pemerintah kabupaten lamongan, bersama dengan investor, memberikan jangka waktu hingga minggu, 16 oktober besok kepada pedagang untuk membongkar sendiri lapak mereka. Dead line tersebut, sebenarnya telah molor dari kesempatan pertama yang mestinya akan dilakukan eksekusi pasa tanggal 14 oktober kemaren.
Meski alat berat ini telah mulai bekerja, ribuan pedagang masih tetap melakukan aktifitasnya. Mereka akan tetap bertahan dan tidak bersedia untuk dipindahkan ke pasar Agrobis. Selain lahan yang disediakan oleh pemerintah jumlahnya terbatas, kondisi pasar Agrobis masih relatif sepi dan tidak cocok untuk laju pertekonomian.
Fauzi, salah satu pedagang ini misalnya. Bagaimanapun juga, ia tidak akan pindah ke pasar Agrobis dan akan memilih tetap bertahan di pasar babat. Selain akan dijadikannya Mall dan Plaza, ia khawatir  tak mampu membeli lantaran harganya cukup mahal.
Jika pada 16 oktober nanti, pemerintah kabupaten lamongan benar-benar melakukan eksekusi, ia bersama pedagang lainnya akan terus melawan.
Rencananya, jika dalam batas waktu 16 oktober besok, para pedagang ini tidak melakukan pembongkaran sendiri, maka pemerintah kabupaten lamongan akan tetap melakukan eksekusi dan membongkar paksa seluruh lapak pedagang dengan alat berat yang telah didatangkan.
Sementara itu, untuk menjaga kemungkinan adanya perlawanan, ratusan petugas dari Polres lamongan dan T-N-I disiagakan di area pasar babat.
Read more »