Senin, 08 Agustus 2011

TIGA JALUR ALTERNATIF TAK BISA DIPAKAI AKIBAT RUSAK PARAH


Tiga jalur alternatif di kawasan lamongan, yang menghubungkan antara Bojonegoro-Ttuban-Lamongan-Gresik, mengalami kerusakan parah dan tak mungkin bisa digunakan untuk mudik lebaran. Kerusakan terparah, terjadi wilayah kecamatan solokuro dan karang binangun.

Tiga jalur alternatif, yang mengalami kerusakan parah ini, terjadi di kecamatan Deket, kecamatan Pucuk, serta kecamatan Sukodadi, Lamongan.

Jalur  alternatif  yang menghubungkan jalan raya pantura Lamongan dengan jalan raya Den Deles ini  biasanya digunakan pengguna jalan menuju wilayah Tuban atau Gresik bila di jalur poros pantura Lamongan mengalami kemacetan.

Namun saat ini, jalur alternatif  sepanjang 25 Km ini sebagian besar aspalnya mengelupas. Bahkan di sejumlah titik kondisi fisik jalan ambles.

Kerusakan  terparah  di antaranya terjadi di jalan raya di desa Takeran kecamatan Solokuro. Kerusakan diduga akibat sering dilalui oleh kendaraan besar sementara  kondisi tanah yang labil membuat jalan menjadi amblas.

Darum, salah seorang pengguna jalan mengaku, rusaknya jalan ini mengganggu pengguna. Selain dapat merusak kendaraan  rusak, juga rawan kecelakaan terutama bagi pengguna kendaraan roda dua. Mereka yang kurang waspada akan terjatuh.

Dan dapat dipastikan bila tidak segera diperbaiki, maka rusaknya jalan sangat mengganggu para pemudik yang menggunakan jalur alternatif ini saat lebaran nanti.

Menurut AKP Paulus Sujatmiko, dari ketiga jalur alternatif tersebut, jika dalam kurun waktu H-10 lebaran belum ada perbaikan, maka akan dipasang baner himbauan yang menyatakan tak bisa digunakan sebagai jalur alternartif.

Sementar itu, saat ini di jalur poros pantura lamongan-subaraya masih dilakukan perbaikan. Dan diperkirakan akan selesai  sebelum H-7 lebaran.
Read more »

Sabtu, 06 Agustus 2011

PETUGAS GREBEK PABRIK PETASAN

Petugas polres lamongan, berhasil mengamankan ribuan petasan setelah melakukan penggerebekan terhadap pabrik pembuatannya. Selain petasan, petugas juga mengamankan satu setengah kwintal bahan peledak, yang gterdiri dari photasium netrat dan sulfur.

Jajaran kepolisian resort lamongan, sabtu siang, berhasil melakukan penggerebekan pabrik petasan yang berada di desa banjar madu, kecamatan karang geneng, lamongan, setelah beberapa hari terakhir melalukan pengintaian.

Dalam penggerebekan ini, petugas berhasil mengamankan ribuan petasan dengan berbagai bentuk yang siap jual. Selain petasan, petugas juga mengamankan satu setengah kwintal photasium netrat, satu kwintal sulfur, beberapa ratus kilo gram belerang , serta 300 kilo gram kalsium .

Bersama dengan barang bukti, enam karyawan, termasuk nurhayati, istri pemilik gudang, yakni sutikno, ikut diamankan dan tengah menjalani pemeriksaan di ruang penyidikan mapolres setempat.

Sebelumnya, petugas juga pernah melakukan penggerebekan terhadap pabrik petasan tersebhut sekitar tahun 2009 lalu. Namun, lantaran desakan ekonomi, ditambah dengan momen lebaran ini, membuat tersangka kembali nekat melaukan praktek usaha ilegalnya.

Menurut AKBP Marsudianto, Kapolres Lamongan, penggerebekan kali ini berawal, ketika adanya laporan dari warga, jika dalam beberapa hari terakhir, tersangka kembali membuka usahanya. Kondisi gudang pembuatan yang berdekatan dengan pemukiman penduduk, membuat warga khawatir dengan ledakan bahan-bahan kimia tersebut.

Hingga kini, petugas masih terus mengejar Sutikno, pemilik pabrik yang sempat melarikan diri. Tersangka selanjutnya akan dijerat dengan undang-undang darurat tahun 1951 dengan ancaman hukuman sepuluh tahun penjara.
Read more »

Jumat, 05 Agustus 2011

PERSELA NILAI LPI BELUM LAYAK GABUNG ISL

Wacana peleburan kompetisi liga super indonesia (ISL) dengan Liga Primer Indonesia (LPI) menimbulkan berbagai tanggapan dari kalangan tim sepak bola tanah air. Persela lamongan sendiri, menilai LPI belum pantas bergabung dengan ISL lantaran tak sesuai dengan aturan main  PSSI.

Adanya wacana penggabungan ISL dan LPI, yang dimunculkan oleh shaleh mukadar, komisaris persebaya 1927 beberapa wakyu lalu, memunculkan berbagai komentar. Selain ada yang mendukung gagasan tersebut, ada juga yang menolaknya.

Persela lamongan sendiri, menilai jika beberapa tim yang bertanding di liga primer indonesia, belum memenuhi persyaratan ataupun ketentuan yang telah dikeluarkan oleh PSSI, induk olah raga sepak bola tertinggi di indonesia.

Hal itu, diungkapkan oleh Muhammad Fariq, Sekretaris Persela Lamongan. Menurut Fariq, tim yang bermain di ISL, haruslah tim yang bermain mulai dari divisi tiga, hingga terus naik sesuai dengan prestasi yang dimiliki tim.

Dimasukkannya tim LPI sejajar dengan ISL, bukanlah solusi yang adil. Mengingat, bagaimana susah payahnya persela mulai merangkak dari divisi tiga hingga mampu bermain di kasta tertinggi kompetisi yakni ISL.

Untuk itu, Persela Lamongan, dengan tegas menolak dan tidak mendukung adanya wacana penggabungan tersebut. Pihak management, akan tetap berpegang pada aturan main yang ada dan segala ketentuan PSSI.

Selain masalah aturan main, tim Laskar Joko Tingkir, juga mempermasalahkan mengenahi pendanaan tim. Jika jumlah tim semakin banyak, maka, secara otomatis, biaya yang akan dikeluarkan juga akan semakin besar.

Terlebih lagi, persela juga tengah was-was jika sampai peserta kompetisi membengkak dan menambah biaya pengeluaran klub. Sedangkan laskar joko tingkir sendiri bakal menghadapi musim tanpa anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) untuk kali pertama dalam sejarah.
Read more »

BANGUNKAN WARGA SAHUR, POLISI KELILING KAMPUNG

Selain memberikan rasa aman kepada masyarakat yang tengah menjalankan ibadah puasa, polisi juga aktif membangunkan warga untuk makan sahur. Di lamongan, polisi rela berjalan kaki mengelilingi kampung untuk membangunkan warga dengan alat musik patrol.

Pemandangan ini tidak seperti patrol pada umumnya. Sejumlah polisi berpakaian lengkap bersama anggota tni dan masyarakat berjalan menyusuri jalan-jalan di kampung untuk membangunkan warga agar tidak ketinggalan waktu makan sahur.

Dengan alat musik patrol, para polisi dan warga ini kompak mengalunkan musik patrol. Sementara dengan pengeras suara, seorang anggota polisi berteriak-teriak agar warga bangun untuk makan sahur.

Menariknya lagi, bagi warga yang telah terbangun, lantas ikut bersama-sama dalam rombongan arak-arakan selayaknya pawai, dengan membawa sejumlah spanduk, serta menyanyikan lagu-lagu menggunakan alat musik patrol.

Akp Marjoko, Kapolsek Tikung yang ikut serta dalam kegiatan ini mengaku baru tahun ini, ia dan angotanya melakukan kegiatan rutin membangunkan warga untuk makan sahur. Hal itu dilakukan, sebagai bentuk kepedulian terhadap datangnya bulan suci ramadhan.

Selain menghimbau untuk bangun makan sahur, para polisi ini juga menghimbau agar warga berhati-hati dan selalu waspada jika rumah mereka akan ditinggal mudik ke kampung halaman.
Read more »

Kamis, 04 Agustus 2011

tabrakan beruntun, empat mobil ringsek

Kecelakaan lalu lintas kembali terjadi di jalur pantura lamongan. Kali ini  lima mobil terlibat tabrakan beruntun. Akibatnya, empat mobil ringsek dan salah seorang korban terjepit body mobil dan memerlukan waktu lama untuk evakuasi. Kejadian ini juga membuat jalur pantura lamongan macet.

Kecelakaan beruntun  yang melibatkan  tiga truk serta dua mobil ini  terjadi di jalan poros pantura lamongan pada jumat dini hari tadi. Tepatnya di desa ploso wahyu, kecamatan kota lamongan.

Akibat kecelakaan ini mobil suzuki a-p-v,  xenia dan  dua lainnya ringsek.  Tiga korban  mengalami luka-luka dan dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan intensif.

Bahkan,  seorang penumpang mobil a-p-v yang bernama bajuri  warga desa bangil, pasuruan,  terjepit oleh body mobil. Dan evakuasi sempat berlangsung lama karena minimnya peralatan. Usai dievakuasi, korban yang terjepit langsung dilarikan kerumah sakit.

Menurut lutfi, salah seorang penumpan mobil  a-p-v, tabrakan beruntun ini terjadi  saat  mobil a-p-v  melaju dari arah lamongan menuju babat.

Saat di desa ploso wahyu, tiba-tiba sebuah truk tronton berhenti mendadak, kemudian ditabrak mobil xenia dari belakang.  Mobil a-p-v yang berusaha mengerem laju mobil   kemudian ditabrak dua truk dibalakangnya.

Hingga saat ini, petugas lantas polres lamongan masih mengejar supir truk tronton yang melarikan diri saat kejadian.

Akibat kecelakaan ini, jalur poros pantura lamongan mengalami  kemacetan  beberapa saat. Kemecetan terurai setelah korban yang terjepit berhasil dievakuasi.
Read more »

Senin, 01 Agustus 2011

WARGA GUNAKAN AIR LIMBA UNTUK MINUM DAN MANDI

Kekeringan mulai melanda sejumlah tempat di lamongan. Bahkan di desa Topeng kecamatan Sarirejo, lantaran tidak ada  air bersih, warga terpaksa mandi dan cuci pakain dengan air kotor , sedangkan untuk air minum,  warga harus mengambil air telaga yang berada di luar desa 

Warga desa Topeng kecamatan Sarirejo kabupaten Lamongan, terpaksa harus mengantre di telaga desa untuk mandi dan mencuci pakaian , meski  air di telaga ini  kotor dan penuh sampah dedaunan.
Kondisi ini dilakukan warga topeng semenjak tiga minggu lalu, sejak  musim kemarau  melanda, karena sumur di rumah-rumah warga airnya sudah mengering.

Menurut sejumlah warga, sebenarnya mereka  khawatir  terserang gatal-gatal akibat mandi dan cuci pakian di telaga ini, mengingat air telaga semakin hari semakin keruh akibat busa sabun mandi dan sabun cuci. Namun warga tidak punya pilihan, mereka terpaksa menggunakan air yang tak layak  pakai  ini.

Sedangkan  untuk air minum serta untuk memasak , warga juga harus mengambil air di telaga yang jaraknya sekitar satu kilometer dari perumahan .

Kamit, salah seorang warga mengaku, sejak tiga minggu lalu seluruh warga miskin desa topeng mengambil air di telaga ini .  Namun bagi warga yang mampu, mereka membeli air tangki dari p-d-am.

Sebenarnya krisis  air bersih di musim kemarau di desa topeng dan sekitarnya  sudah menjadi langganan tiap tahun  karena kawasan ini merupakan sawah tadah hujan.  Ironisnya pemerintah daerah hingga saat ini belum memberi solusi agar kondisi ini tidak terulang kembali.
Read more »

PENGRAJIN SONGKOK KEBANJIRAN ORDER

Memasuki bulan ramadhan tahun ini, membawa berkah tersendiri bagi pengrajin songkok di lamongan. Pada minggu pertama saja, pesanan terus meningkat hingga 40 % dari hari biasanya. Tidak hanya dalam kota, songkok produksi lamongan tersebut, dipasarkan hingga ke sejumlah pulau di indonesia.

Ramadhan tahun ini, membawa berkah bagi pengrajin songkok, khususnya yang berada di desa Pomahan Janggan, kecamatan Turi Lamongan. Dalam minggu pertama ini, pengrajin songkok mulai kebanjiran order hingga empat puluh prosen.

Pada hari biasa, dalam seminggu permintaan songkok hanya 250 kodi. Namun, memasuki bulan ramadhan tahun ini, pesanan mengalami kenaikan yang signifikan, yakni mencapai 290 kodi perminggunya.

Untuk memenuhi order tersebut, pengrajin terpaksa harus lembur dan menambah karyawan. Mengingat, pesanan bukan saja datang dari dalam kota, melainkan sejumlah kota di luar jawa, seperti Makassar, Lampung, maupun Samarinda.

Alfin, pengrajin songkok asal lamongan ini, mengakui, jika memasuki bulan ramadhan tahun ini, songkok lebih banyak dikirim ke luar jawa ketimbang di kota sekitar, seperti gresik, surabaya dan sidoarjo.

Di tengah ramainya pesanan yang melimpah ini, para pengrajin songkok, kini justru dibenturkan dengan permasalahan baru, yakni kesulitan mencari bahan baku pembuatan songkok. Para pengrajin ini, terpaksa harus merogoh kocek lebih besar lantaran harus mendatangkan bahannya dari singapura.
Read more »