Jumat, 09 September 2011

HEKTARAN HUTAN JATI TERBAKAR, WARGA RESAH


Akhir-akhir ini kebarakaran hutan melanda sejumlah daerah di jawa timur. Di lamongan,  kebarakaran ini menyebabkan hektaran area hutan jati hangus.. Akibatnya warga di sekitar hutan menjadi resah karena kebakaran tersebut juga menyebabkan tanaman pisang warga mati, sementara itu hingga kini belum ada upaya penanggulangan dari dinas perhutani setempat.

Kebakaran hutan di lamongan ini terjadi di kawasan  resort pemangku hutan atau r-p-h gampang, tepatnya di hutan jadi di wilayah  kecamatan laren kabupaten lamongan.

Api mulai melalap area hutan jati ini diperkirakan  sejak beberapa hari  lalu. Mulanya kebakaran terjadi di bagian tepi,  namun karena tanaman di daerah ini sudah mulai mengering, kobaran api semakin besar.
Selain itu,  sejumlah titik api juga muncul di bagian tengah hutan. Titik-titik api ini semakin meluap seiring dengan tiupan angin yang semakin kencang. Bahkan tak sedikit pohon jati serta pohon lain hangus serta mengering akibat kebakaran ini.

Selain itu, kobaran api juga menyebabkan tanaman warga yang berada di sekitar hutan juga turut mati. Di antaranya tanaman pisang milik sukandar warga desa gampang. Menurut sukandar, warga tidak mengetahui  pasti penyebab kebarakan hutan ini. Namun api terus berkobar. Warga berharap, agar perhutani melakukan upaya pemadaman, karena warga yang memiliki lahan tanaman di sekitar hutan merasa merugi akibat kebakaran hutan ini.

Kebakaran hutan di wilayah hutan jati lamongan ini kerap kali terjadi saat musim kemarau panjang yang menghanguskan ribuan tanaman jati. Bahkan di bulan agustus hingga awal september ini kebakaran sudah terjadi dua kali. Ironisnya, instansi terkait tidak melakukan upaya pencegahan, akibatnya kerugianpun tidak dapat dihindari.
Read more »

Rabu, 07 September 2011

PASIEN DITELANTARKAN DI RUMAH SAKIT SELAMA 16 JAM


Hanya karena menggunakan Jamkesmas, seorang warga miskin di lamongan, yang merupakan korban pembakaran ayah angkatnya, ditelantarkan selama 16  jam oleh rumah sakit tanpa adanya penanganan.
Beginilah potret pelayanan kesehatan di negeri ini. Meski penyerapan APBN paling besar terkucur pada bidang kesehatan, namun bagi warga miskin, belum bisa merasakan kemudahan dalam berobat.
Hanya gara-gara menggunakan kartu Jamkesmas, Nita Eviana, yang merupakan korban pembakaran yang dilakukan oleh ayah angkatnya, rabu malam, hingga kamis siang belum juga mendapat penanganan dari dokter RSUD Dokter Soegiri Lamongan.
Kondisi gadis belia ini sungguh memprihatinkan. Ia terus meronta menahan rasa panas akibat luka bakar yang lebih dari 50 %. Untuk menenangkannya, sejumlah keluarga berusaha mengipasinya dengan menggunakan kipas tradisional. Pasalnya, pihak rumah sakit melarang keluarga korban menggunakan kipas angin di dalam ruangan.
Melihat pasien yang terus meronta menahan sakit tanpa ada tindakan dari tim dokter rumah sakit, membuat Atik, ibu angkatnya tak kuasa melihat kondisi anak yang mulai bayi telah dirawatnya. Perempuan paruh baya ini, hanya menangis histeris di luar ruangan.
Ia hanya menyesalkan pihak rumah sakit yang tak kunjung menangani anaknya. Padahal, kartu Jamkesmas yang diperuntukkan untuk warga miskin telah diserahkan kepada pihak rumah sakit sejak rabu sore. Namun, hingga kamis siang pasien belum juga ditangani.
Sementara, Dokter Eko Budi Santoso, wakil direktur RSUD Dokter Soegiri Lamongan, menyangkal jika belum melakukan penanganan. Menurutnya, pihak rumah sakit, telah melakukan sesuai dengan prosedur yang berlaku. Terkait kondisi pasien yang terus meronta, itu merupakan hal yang wajar bagi korban terbakar. Selanjutnya, pasien akan segera dipindahkan ke ruang ICU untuk diisolasi agar tidak mengganggu pasien lainnya.
Read more »

AKIBAT MIRAS, SEORANG BAPAK TEGA BAKAR ANAK SENDIRI


Akibat terpengaruh minuman keras, seorang bapak di lamongan, rabu malam (07/09/11), tega membakar anak angkatnya saat sang anak berusaha mengingatkan. Akibatnya, sang anak mengalami luka bakar serius dan harus menerima perawatan intensif di rumah sakit.

Nita Eviana, 18 tahun, warga desa Made, kecamatan kota Lamongan ini, dengan kondisi kritis, harus menerima perawatan intensif di RSUD Dokter Soegiri Lamongan, akibat luka bakarnya yang serius.

Gadis belia ini yang rencananya akan menikah pada akhir tahun 2011 ini, merupakan korban pembakaran yang dilakukan oleh Suwito, 50 tahun, yang merupakan ayah angkatnya sendiri.

Peristiwa tersebut berawal, ketika Suwito, yang berprofesi sebagai sopir angkutan umum, seperti biasa pulang dalam keadaan teler akibat terpengaruh minuman keras.

Melihat kebiasaan buruk ayah angkatnya tersebut, Nita berusaha mengingatkan agar tersangka meninggalkan minuman keras. Namun, tersangka justru marah marah dan langsung menuangkan bensin di kasur dimana Nita berbaring, dan tiba-tiba menyulutnya dengan korek api.

Dalam sekejap, seluruh ruang tamu terbakar, termasuk tubuh Nita. Akibatnya, korban mengalami luka bakar di sekujur tubuhnya hingga enam puluh prosen.

Beruntung, warga sekitar langsung menolong korban dan menyeret tersangka ke mapolsek setempat beserta beberapa barang bukti, seperti kasur, televisi, pemutar video, serta sejumlah barang yang ikut terbakar.

AKP Mainur, Kanit Reskrim Polsek Kota, membenarkan adanya insiden pembakaran tersebut. Sesuai keterangan keluarga, telah lama tersangka kecanduan dengan minuman keras. Setiap pulang kerja, dapat dipastikan tersangka pulang dalam keadaan teller dan selalu marah-marah.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, tersangka harus mendekam di sel tahanan mapolsek kota lamongan, dan dijerat pasal 187 KUHP, dengan ancaman hukuman dua belas tahun penjara.
Read more »

Selasa, 06 September 2011

KAMUS BAHASA LAMBANIO


kamus yang berisikan bahasa khas lamonganan yang saat ini masih dalam proses penggarapan,ide awal penyusunan KAMUS BAHASA LAMBANIO ( LAMONGAN BABA GENIO ) ini bermula dari ketertarikan dan keinginan tahuan saya dengan beragam bahasa khas lamongan yang unik,saya contohkan misalnya :baba genio,walah cuah,igak ik cah,ndolok dan masih banyak lagi yang perlu untuk diketahui banyak orang.untuk itu kami mencoba mengumpulkan dan merangkum bahasa khas lamongan dari berbagai daerah dilamongan sebagai kamus atau panduan bagi mereka yang ingin mengenal bahasa khas lamongan.selain itu “KAMUS BAHASA LAMBANIO ( LAMONGAN BABA GENIO )” ini untuk melestarikan bahasa khas lamongan agar tidak lenyap oleh pergeseran jaman..mohon doa dan dukungan (Harry saktiono)
Read more »

TUNTUT KEADILAN, PULUHAN WARGA LURUK MAPOLSEK


Puluhan warga di lamongan, rabu siang (07/09/11),  meluruk sebuah mapolsek setempat. Aksi ini, dipicu lantaran pihak kepolisian tidak juga memproses pelaku penganiayaan terhadap empat bocah saat usai melakukan takbir keliling beberapa hari yang lalu.
Dengan berjalan kaki, puluhan warga desa Kadung Rembuk, kecamatan Sukodadi, Lamongan ini langsung mendatangi mapolsek setempat dan meminta agar polisi segera menangkap pelaku penganiayaan yang hingga kini masih belum tertangkap. Bahkan warga menganggap polisi sama sekali belum melakukan tindakan apapun terhadap pelaku penganiayaan tersebut.
Aksi warga ini, merupakan aksi solidaritas terhadap empat bocah warga desa setempat yang telah menjadi korban penganiayaan yang dilakukan oleh puluhan pemuda dari desa tetangga, yang salah satu pelakunya diduga merupakan oknum T-N-I yang bertugas di wilayah semarang, jawa tengah, warga dusun Bugan, desa Kadung Rembuk.
Peristiwa tersebut berawal, ketika septiawan, 12 tahun, warga desa kadung, bersama tiga kawannya, yakni zainal, 16 tahun, wahid, 17 tahun, serta firmanda, 15 tahun,pada saat malam lebaran mengikuti takbir keliling.
Septiawan, salah satu korban menuturkan, saat pulang, di tengah perjalanan menuju desanya, keempat korban dihadang oleh belasan pemuda yang diduga teler usai melakukan pesta minuman keras. Tanpa basa basi, belasan pemuda ini langsung menganiaya korban hingga mengalami luka serius, yang rata-rata di bagian kepala.
Meski peristiwa tersebut telah dilaporkan ke polsek setempat, namun hingga kini, pihak kepolisian belum melakukan tindakan apapun dan terkesan membiarkan aksi brutal puluhan pemuda tersebut. Warga menuntut, agak pihak kepolisian bersikap adil dan segera memproses penganiayaan tersebut tanpa tembang pilih.
Read more »

Senin, 05 September 2011

NAPAK TILAS PESTA KETUPAT ERA PARA SUNAN


Ratusan warga di pesisir pantai utara lamongan, khususnya warga desa pananjan, kecamatan paciran, kabupaten lamongan, merayakan hari raya ketupat dengan menggelar napak tilas prosesi pesta ketupat era sunan drajat.
Pesta tradisi ketupat yang dilaksanakan selasa siang  ini, diawali dengan kereta kuda yang membawa tumpeng, sementara  empat tokoh agama lainnya, menyusul  yang juga membawa dua tumpeng yang dipanggul. Sementara, ratusan warga lainnya berada di belakang sambil mengenakan pakaian adat tradisional jawa.
Mereka berjalan beriringan dan berarak-arakan membawa ketupat, tumpeng, dan makanan tradisional menuju pantai utara jawa di sekitar tanjung kodok. Arak-arakan warga yang dimulai dari gua maharani diiringi musik tanjidor dan rebana yang diperankan lelaki sambil melantunkan shalawat nabi.
Tanjung kodok, dulunya  merupakan tempat sunan drajat dan sunan sendang duwur menyambut tamu, rombongan mbok rondo mantingan asal rembang, jawa tengah. Mbok rondo mantingan saat itu menyumbang kayu untuk pembangunan masjid sunan sendang duwur.
Sesampainya di tanjung kodok, ratusan warga inipun, lantas mengumpulkan tumpeng, ketupat, serta makanan tradisional jawa lainnya, untuk nantinya disantap bersama-sama.
Sembari menunggu renungan ketupatan, ratusan warga inipun dihibur dengan musik karawitan serta sinden yang membawakan gending-gending khusus peninggalan sunan ampel dan sunan kalijaga, di antaranya gending ler-iler.
Ki Rejo, tokoh masyarakat setempat, menegaskan, selain melestarikan tradisi peninggalan para sunan, pesta ketupat ini, bertujuan untuk menyambung tali silaturahmi antara warga satu dengan yang lain usai merayakan hari raya idul fitri.
Usai doa bersama, ratusan warga ini pun menyantap ketupat atau bahasa jawa kupat dan lepet. Kupat dan lepet yang dibuat dari anyaman janur (daun kelapa muda) atau dililit melambangkan larangan terhadap sejumlah perbuatan dosa yang dilarang agama, serta anjuran mempererat persaudaraan antar umat islam.
Read more »

HARI PERTAMA KERJA, SEJUMLAH PNS DI LAMONGAN MASIH BOLOS KERJA


Hari pertama kerja, pasca libur hari raya idul fitri. Sejumlah pegawai negeri sipil di lingkungan pemkab lamongan bolos kerja. Terbukti, meja kerja pegawai di sejumlah ruangan nampak kosong tanpa aktifitas. Selain membolos, banyak P-N-S absen kerja.
Disiplin kerja pegawai negeri sipil nampaknya perlu di pertimbangkan. Hari pertama masuk kerja, pegawai negeri sipil di kalangan pemerintah daerah kabupaten lamongan, senin pagii, kedapatan sejumlah P-N-S bolos kerja alias tidak masuk kerja.
Bahkan, nampak meja kerja para pegawai di sejumlah ruangan kosong tanpa aktifitas. Melihat kondisi tersebut, tingkat kedisiplinan para pegawai mulai menurun.
Mengingat hari pertama pegawai negri sipil masuk kerja. Membuat bupati lamongan, fadeli melakukan sidak di sejumlah dinas dan rumah sakit umum. Sidak ini di lakukan untuk mengetahui kenerja para P-N-S kerja hari pertama pasca liburan.
Selain di temukan sejumlah P-N-S yang bolos. Banyak P-N-S yang absen kerja karena kepetingan keluarga dan absen sakit.
Melihat kondisi ini, Fadeli, Bupati lamongan, akan bertindak tegas dan segera melakukan pemanggilan terhadap sejumlah pegawai negeri sipil yang kedapatan bolos di hari pertama kerja.
Dari data badan kepegawaian pemkab lamongan, belum ada laporan atau keterangan jelas terkait P-N-S yang bolos kerja. Pihak terkait akan memberikan sanksi tegas sesuai peraturan perundangan undangan yang berlaku.
Sementara, jika P-N-S kedapatan bolos lebih dari satu hari, maka akan diberikan sanksi bertingkat, yakni peringatan pertama hingga sanksi berat, termasuk pemecatan.
Read more »