Rabu, 14 September 2011

KEMARAU PANJANG, RATUSAN WARGA TERSERANG PENYAKIT CACAR AIR

Akibat kemarau panjang yang terjadi di kawasan Lamongan selama tiga bulan terakhir, membuat warga mengalami krisis air bersih. Kondisi tersebut, mengakibatkan ratusan warga yang berada di tujuh dusun terserang penyakit cacar air.

Kemarau panjang, yang membawa hawa panas, ditambah lagi dengan adanya krisis air, membuat ratusan warga yang berada di tujuh dusun di Lamongan, terserang penyakit cacar air.

Tujuh dusun tersebut, meliputi dusun Banjaran, dusun Balan, Mireng, Naor, Gampeng, Plembon, dan dusun Bulak watu, desa Banjar rejo, kecamatan Sukodadi, Lamongan.

Penyakit cacar air ini, mulai mewabah sejak pertengahan bulan puasa lalu. Awalnya hanya sekitar 50  warga yang terserang. Namun, selama satu bulan terakhir, kini mencapai ratusan penderita yang terserang cacar air.

Wabah penyakit yang baru kali pertama menyerang ini, mengakibatkan bintik hitam selayaknya luka bakar. Selain gatal, tubuh penderita mengalami panas dan demam yang cukup tinggi. 

Havid, salah seorang penderita cacar yang masih duduk di bangku kelas 1 SMP ini misalnya. Ia mengaku jika selama dua hari ini bolos sekolah akibat penyakit yang dideritanya. Rasa gatal dan panas akibat cacar yang hampir menyerang seluruh tubuhnya, membuat ia tak bisa konsentrasi saat menerima pelajaran di sekolah.

Ironisnya, meski peristiwa mewabahnya penyakit cacar air ini, telah lebih dari sebulan menyerang warga, namun dinas kesehatan kabupaten setempat, belum melakukan tindakan apapun. Sebagai pencegahan, warga hanya mendapatkan salep gatal-gatal dari puskesmas desa setempat.

Hal itu, diungkapkan oleh Thohir, sekretaris desa setempat. Menurutnya, setiap hari, penderita penyakit cacar ini terus bertambah. Namun, pemerintah daerah setempat, belum melakukan tindakan apapun, atau bahkan datang untuk memberikan bantuan terhadap warga yang menderita cacar air.
Read more »

Senin, 12 September 2011

MANTAN ASISTEN PELATIH TIMNAS LAMAR PELATIH PERSELA

Setelah lolos verifikasi klub provesional level I,  menejemen Persela lamongan  mulai membidik pelatih  untuk menahkodai laskar joko tingkir musim depan. Kini  Persela mulai serius mempertimbangkan mantan asisten timnas indonesia era alfred riedl,  wolfgang pikal yang sebelumnya telah melamar sebagai pelatih Persela.

Persela lamongan mulai bergerak cepat membentuk tim untuk kompetisi musim depan,  pasca lolos verifikasi PSSI sebagai klub profesional level I.

Beberapa waktu terakhir,  manajemen Persela lamongan sudah banyak menerima tawaran pelatih asing,  dari beragam latar belakang. Namun hanya satu calon pelatih yang menjadi pertimbangan serius Persela, dalam menyeleksi juru taktik laskar joko tingkir musim depan.
Yakni Wolfgang Pikal, mantan asisten pelatih timnas indonesia era Alferd Riedl  yang sebelumnya telah melamar sebagai pelatih kepala Persela.

Wolfgang Pikal saat ini menjadi kandidat terkuat, setelah sebelumnya Persela kebanjiran sejumlah lamaran pelatih lokal. Di antaranya mantan pelatih persiwa wamena Suharno,  mantan pelatih persiba balikpapan Junaidi,  dan mantan pelatih Persela musim 2009-2010 Joko Susilo.

Asisten manager Persela Yuhronur Effendi, mengatakan, terkait pelatih asing, Persela menghadapi kendala serius yakni dari sisi finansial. Namun manejemen telah serius mempertimbangkan Wolfgang Pikal sebagai pelatih Persela musim depan.

Sebelumnya Wolfgang Pikal,  pelatih kelahiran Austria I september 1967 ini  mengirimkan lamaran lengkap dengan dafrat diri yang berisi seritifikat pelatih,  member asosiasi,  pengalaman melatih, dan cacatan prestasi yang pernah di raih.

Sementara itu,  sebelum adanya pelatih baru,  manajemen Persela lamongan tak akan masuk ke ranah transfer pemain,  meski waktu persiapan jelang kompetisi 8 oktober mendatang sangatlah mepet.
Read more »

HEKTARAN TANAMAN TERBAKAU TERSERANG HAMA, PETANI MERUGI


Hektaran  tanaman tembakau di lamongan diserang hama indrak hingga menyebabkan   kwalitasnya  menurun. Bahkan tidak sedikit tembakau  mengering dan mati. Kondisi ini diperparah  dengan anjloknya harga saat panen yang menyebabkan petani merugi.
Puluhan hektar tanaman tembakau  yang telah berusia dua bulan milik petani tembakau yang ada di desa Mayong, kecamatan Kedumpring, Lamongan, serta sejumlah desa lain di wilayah kecamatan Sugio, terserang hama indrak.
Hama yang rata-rata menyerang daun serta batang tembakau ini, menyebabkan tembakau mengering, yang tak lama kemudian mati.
Berbagai upaya telah dilakukan oleh petani untuk melakukan pembasmian, mulai dari cara tradisional hingga melakukan penyemprotan insektisida kepada tanaman, namum tetap tak membuahkan hasil. Hama indrak ini, justru menyebar ke lahan tembakau yang lain.
Hal itu, seperti yang dialami oleh Suratmin, salah satu petani tembaku. Menurutnya, selain menyebabkan tembakau mengering, hama indrak ini, juga menyebabkan kwalitas tembakau menurut akibat daunnya mengeriput.
Untuk 1 Ha lahan, seharusnya mampu menghasilkan 8 Ton hingga 9 Ton tembakau basah. Namun, dengan adanya hama indrak ini, petani hanya mampu memetik 6 Ton saja.
Selain ini, kondisi isi, diperparah dengan turunnya harga saat musim panen. Saat ini, harga tebakau petik hanya berkisar antara Rp.3.000 hingga Rp.3.200 saja per kilonya, sedang pada panen sebelumnya, harga tembakau bisa mencapai Rp.5.000/Kg.
Saat ini petani tembakau di lamongan hanya bisa pasrah. Mereka hanya berharap agar pemerintah turun tangan agar harga tembakau tidak dipermainkan oleh tengkulak atau spekulan. Pasalnya, kondisi ini, membuat mereka mengalami kerugian besar. Sebab, dari hasil panen yang mereka dapatkan, tak sebanding dengan biaya pemeliharaan serta pengobatan tanaman.
Read more »

KRISIS AIR, WARGA GUNAKAN AIR LIMBAH

Memasuki musim kemarau,  warga desa jati rejo,  kecamatan sarirejo kabupaten lamongan terpaksa memanfatakan air telaga yang kotor untuk kebutuhan sehari-hari. Untuk mendapatkan air yang tak higienis ini ,  warga terpaksa menempuh perjalanan sejauh satu kilo meter.

Sejak dua bulan  terakhir,  warga desa Jati rejo,  kecamatan Sarirejo Lamongan,  mengeluhkan sulitnya mendapatkan air bersih, akibat  datangnya musim kemarau.

Saat ini,  sumur milik warga sudah  mengering dan tidak  mengeluarkan air lagi,  sehingga  warga kesulitan memenuhi kebutuhan vital , seperti mandi, mencuci, terlebih lagi untuk minum dan memasak.

Untuk mendapat air bersih,  warga terpaksa membeli air bersih. Air bersih ini per jerigen dibeli dengan harga  Rp.3.000. Namun,  pegeluaran untuk membeli air bersih dirasa cukup memberatkan warga.

Handoyo,  salah seorang warga,  mengakui, jika untuk menghindari pengeluaran,  warga terpaksa memanfaatkan air telaga yang sebenarnya tidak layak pakai. Air tersebut digunakan untuk mencuci serta memasak.

Selain itu, untuk mendapat air yang tak layak pakai ini, warga harus  menempuh perjalanan sejauh 1 Km. Menurut warga, kondisi memperhatinkan ini terjadi di setiap musim kemarau. Namun hingga saat ini, pemerintah daerah setempat, belum kunjung melakukan upaya apapun.

Kini warga berharap,  pemerintah daerah lamongan agar  memberikan bantuan air bersih. Warga khawatir jika terlalu lama menggunakan air kotor ini akan terserang penyakit gatal-gatal. Selain itu, mendesak pemerintah agar mencarikan solusi agar kejadian serupa tidak terjadi di musim kemarau mendatang.
Read more »

Minggu, 11 September 2011

ASYIK MAIN HP, PENGENDARA MOTOR TEWAS TABRAK TRUK PARKIR

Nasib nahas menimpa seorang pengendara motor di lamongan. Diduga tengah asik dengan handphonenya, pengendara tersebut menabrak sebuah truk yang sedang parkir. Akibatnya, korban tewas saat dibawa petugas ke rumah sakit dengan kondisi kepala pecah.

Kecelakaan di jalur poros pantura Lamongan-Surabaya, kembali terjadi. Kali ini seorang pengendara sepeda motor, tewas usai menabrak sebuah truk yang tengah parkir, tepatnya di Jl. Jaksa Agung Suprapto, Lamongan, senin siang (12/09/11). 

Menurut sejumlah saksi yang berada di tempat kejadian, korban yang diketahui bernama Muthosim, 63 tahun, warga desa Brangsi, kecamatan Laren, Lamongan, melaju dari arah barat dengan mengendarai sepeda motor yang bernomor polisi S 2716 JB.

Karena tengah asyik dengan handphonenya, korban tak mengetahui jika sebuah truk bermuatan kertas dengan nomor polisi L 9506 UV yang disopiri Yasir, warga Tulangan Sidoarjo sedang parkir, dan akhirnya korban langsung menghantam truk bagian belakang.

Akibatnya, sepeda motor korban hancur,sementara korban mengalami luka serius, dengan kepala bagian belakang pecah. Petugas yang langsung datang ke tempat kejadian, akhirnya tak mampu menyelamatkan nyawa korban dan meninggal dunia saat dievakuai ke rumah sakit.

Iptu Chakim, Kanit Llaka Polres Lamongan, menegaskan, hingga saat ini, petugas masih terus menyelidiki peristiwa kecelakaan maut ini,dengan memeriksa sopir truk dan sejumlah saksi yang sempat melihat kejadian.

Akibat kecelakaan ini, arus lalu lintas di jalur pantura lamongan mengalami kemacetan panjang. Beruntung petugas dari Satlantas polres lamongan segera datang untuk mengurai kemacetan.
Read more »

Jumat, 09 September 2011

WADUK MENGERING, HEKTARAN TANAMAN PADI MATI


Memasuki musim kemarau tahun ini, sejumlah waduk di Lamongan telah mengalami kekeringan. Akibatnya, ratusan hektar tanaman padi milik petani mati akibat kekurangan air. Kondisi ini, membuat petani mengalami gagal panen dan merugi puluhan juta rupiah.

Akibat kemarau panjang yang telah terjadi hampir tiga bulan terakhir, membuat debit air beberapa waduk yang selama ini diandalkan oleh para petani di lamongan, kini mulai berkurang, bahkan sebagian besar waduk telah mengering.

Kondisi terparah, terjadi di waduk yang berada di desa Gedangan, kecamatan Sukodadi Lamongan. Waduk yang diandalkan untuk irigasi pengairan sawah, telah mengering sejak sebulan yang lalu.
Sementara pasokan dari wadung Gondangpun kini sudah tak lagi bisa mereka rasakan.


Petani yang hanya mengandalkan tadah hujan, berdampak pada mengeringnya ratusan hektar tanaman padi yang berada di kawasan tersebut. Kekeringan ini melanda tanaman padi yang rata-rata berusia sekitar 50 hari banyak yang puso akibat kekurangan air dan tidak bisa diharapkan lagi untuk dipanen.


Keadaan ini, terang saja menyesakkan para petani. Sebab, sebelum kekeringan ini melanda, mereka telah dibuat susah dengan gagal panen akibat serangan hama wereng.

Para petani mengaku, nekat menanam padi di sawah mereka untuk menutupi kerugian musim tanam sebelumnya yang mengalami gagal panen.


Petani di lamongan ini, hanya mampu berharap, adanya upaya dari pihak terkait untuk memberikan pelayanan irigasi yang memadai bagi petani. Karena rata-rata bertani adalah satu-satunya pencaharian bagi mereka.
Read more »