Senin, 14 Mei 2012

WISATA MILIK PEMKAB LAMONGAN DIBUAT AJANG MESUM

Wisata waduk gondang, salah satu wisata yang dimiliki pemkab lamongan selain wisata religi makam sunan drajat, kini dijadikan ajang mesum dan pesta miras. Ironisnya, dinas terkait hanya angkat tangan dengan dalih tak memiliki biaya untuk membayar petugas keamanan tempat wisata.

Setelah keberadaan wisata bahari lamongan diambil alih oleh investor, kini pemerintah kabupaten lamongan hanya memiliki dua tempat wisata yang dikelola oleh pihak pemkab, yakni wisata waduk gondang dan wisata religi makam sunan drajat.

Namun, wisata waduk gondang yang berada di desa gondang lor, kecamatan sugio, lamongan ini, tak layak dinamakan sebagai tempat wisata. Pasalnya, di tempat ini, hanya dijumpai sekumpulan muda mudi yang tengah berbuat mesum.

Di setiap sudut, pengunjung tempat wisata akan secara langsung bisa menyaksikan adegan mesum. Pasangan muda mudi ini, terlihat tanpa beban bersama pasangannya. Terkesan, jika mereka telah terbiasa melakukannya di tempat ini.

Sementara, suasana tempat wisata terlihat lengang. Deretan warung yang berada di lokasi wisata, satupun tak nampak ada pengunjungnya. Bahkan, pendopo yang disediakanpun nampak kumuh tak terurus.
Supardi, kepala dinas kebudayaan dan pariwisata kabupaten lamongan, mengaku tak perdaya dengan kondisi ini. Dari dua tempat wisata yang ada, dinas ditarget untuk menyetorkan ke PAD sekitar delapan ratus juta rupiah per tahunnya. Sementara, yang dikembalikan ke tempat wisata hanya kurang dari empat ratus juta rupiah.

Dengan kondisi ini, pihak dinas kebudayaan dan pariwisata, mengaku tidak dapat berbuat banyak. Pasalnya, tidak adanya alokasi dana untuk membayar seorang petugas keamanan tempat wisata.

Dengan kondisi ini, warga berharap, adanya tindakan dari pemkab setempat untuk melakukan tindakan penertiban. Mengingat, selain dijadikan ajang mesum, tempat wisata inipun kerap kali dijadikan ajang pesta minuman keras oleh pengunjung.
Read more »

Jumat, 11 Mei 2012

PERTANDINGAN PERSELA LAWAN MITRA KUKAR DIWARNAI AKSI BAKU HANTAM


Persela lamongan, berhasil merebut tiga poin penuh saat menjamu mitra kukar, dalam lanjutan liga super indonesia dengan skor 2-1, yang dihelat di stadion surajaya lamongan, jumat sore. Namun, kemenangan ini, harus ditebus dengan aksi baku hantam antara official persela dengan pemain sekaligus official mitra kukar.

Bermain dihadapan ribuan suporter fanatiknya, la mania, persela lamongan sejak awal pertandingan langsung melakukan serangan.

Tuan rumah terus melakukan beberapa tekanan pada babak pertama. Begitu pun dengan mitra kukar yang beberapa kali mendapatkan peluang emas. Namun, belum ada gol tercipta pada babak pertama.

Persela kembali mengambil inisiatif serangan pada babak kedua. Suroso sempat mendapatkan peluang pada menit 49. Memanfaatkan tendangan bebas gustavo lopez, suroso melepaskan sundulan, namun masih melebar.

Taufik kasrun mendapat peluang emas pada menit 52. Namun, tendangannya masih bisa ditepis oleh hendro kartiko, penjaga gawang mitra kukar.

Mitra kukar, akhirnya sanggup unggul lebih dulu lewat gol zulham zamrun di menit 67. Mengecoh para pemain persela, zulham sukses menjebol gawang mantan klubnya yang dikawal oleh khoirul huda.

Persela tak perlu waktu lama untuk membalas. Zainal arifin yang baru saja masuk menggantikan irsyad aras sukses mencetak gol pada menit 68. Umpan silang gustavo lopes dimanfaatkan dengan sundulan mematikan oleh zainal.

Hanya beberapa menit berselang, laskar joko tingkir akhirnya membalikkan kedudukan pada menit 83. Kali ini mario costas melakukan diving header setelah menyambut umpan silang. Skor 2-1 untuk persela, dan bertahan hingga akhir pertandingan.

Namun, kemenangan persela ini, harus ditebus dengan aksi saling baku hantam antara official persela dengan pemain sekaligus official mitra kukar. 

Kericuhan berawal, ketika zulham zamrun dianggap ofside oleh hakim garis. Seketika, official beserta pemain mitra kukar langsung melakukan protes.

Melihat hal itu, official perselapun berusaha menengahi tim mitra kukar yang terlihat kalap. Akhirnya, entah siapa yang memulai, aksi baku hantampun terjadi. Beruntung, petugas kepolisian yang bersiaga di lapangan, langsung bertindak tegas dan melerai aksi baku hantam ini.
Read more »

Minggu, 06 Mei 2012

ALUN ALUN DEPAN PENDOPO BUPATI DIBUAT AJANG MESUM, PEMKAB TUTUP MATA


Alun-alun kota lamongan, yang berada persis di depan pendopo Bupati, selalu dibuat ajang mesum oleh pasangan muda-mudi. Ironisnya, meski tindakan yang dilakukan di taman kota ini bisa merusak moral anak-anak, namun pihak pemkab hanya menutup mata dan membiarkannya.

Taman kota alun-alun pemkab lamongan, yang berada persis di depan pendopo Bupati ini, kini telah beralih fungsi dari semula.

Fasilitas umum yang sedianya diciptakan sebagai sarana rekreasi masyarakat, kini justru dijadikan ajang mesum oleh sejumlah pasangan muda-mudi. Meski berada di depan umum, mereka tak segan melakukan tindakan tak senonoh dengan saling mencium dan merangkul.

Tidak hanya sepasang, di setiap sudut pendopo alun-alun ini, warga dapat secara langsung menyaksikan sejumlah muda mudi  yang semuanya saling berpasangan, dengan melakukan aksi yang sama.
Ironisnya, persis di depan pasangan mesum ini, terdapat taman kota yang dilengkapi dengan sejumlah mainan anak-anak. Anak-anak yang mestinya bisa bermain riang, justru disuguhi dengan tontonan yang dapat merusak moral mereka.

Makrifah, salah satu pengunjung, menyayangkan hal ini. Menurutnya, seharusnya alun-alun lamongan ini, sangat cocok digunakan sebagai sarana hiburan anak-anak mereka. Karena selain taman kota yang bagus, juga dilengkapi dengan sejumlah mainan anak-anak yang tidak didapatkan di sekolah. Namun, mereka resah, lantaran harus dirisihkan dengan tontotan yang tak layak disaksikan anak-anak mereka.

Meski kejadian mesum pasangan muda-mudi ini selalu terjadi setiap hari, namun pemerintah kabupaten setempat hanya menutup mata dan sekan membiarkan tindakan yang dapat merusak moral ini. Warga berharap, adanya upaya pemkab untuk segera melakukan penertiban.
Read more »

Senin, 16 April 2012

KUNCI JAWABAN SOAL UN BEREDAR VIA SMS

Seluruh sekolah tingkat menengah atas di lamongan, secara serempak mengikuti ujian nasional, U-N. Pengawasan ketatpun dilakukan untuk mengantisipasi contekan, terlebih setelah beredarnya kunci jawaban soal yang beredar lewat SMS sejak senin dini hari.

Secara serempak, siswa kelas tiga sekolah menengah atas se indonesia, melaksanakan Ujian Nasional, U-N, yang digelar senin hingga kamis mendatang.

Pengawasan super ketatpun dilakukan untuk mengantisipasi adanya tindakan saling mencontek antar peserta Ujian Nasional. Untuk masing-masing ruangan, dipersiapkan dua pengawas yang disilang dari sekolah lain.

Tidak hanya itu, di SMU NEGERI 1 Lamongan, selain melarang siswa membawa handphone, dan mengumpulkan semua tas siswa, pihak sekolah bahkan memasang kamera cctv.

Kamera-kamera pengintai ini  ditempatkan di atas kelas atau di pojok ruangan. Untuk memantau seluruh ruangan, pihak sekolah menghubungkan kamera cctv ke dalam perangkat komputer. Dari komputer ini cctv di operasikan yang memonitor semua aktifitas siswa maupun pengawas  selama unas berlangsung.

Tindakan ini, dipicu dengan beredarnya kunci jabawan soal ujian nasional bahasa indonesia yang beredar sejak senin dini hari, sebelum para peserta unas memasuki ruang ujian.

Menyikapi hal itu, Agus Suyanto, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan, membantah jika itu merupakan kunci jawaban soal Ujian Nasianal. Menurutnya, kunci jawaban yang beredar melalui SMS tersebut, adalah palsu dan tidak bisa dipertanggung jawabkan kebenarannya. Hal itu, merupakan ulah oknum yang ingin memperkeruh pelaksanaan ujian nasional.

Di lamongan  secara keseluruhan siswa sekolah  mengengah tingkat atas yang mengikuti unas tahun ini sebanyak 15.458 siswa. Diantaranya terdiri dari siswa s-m-u sebanyak 5.742 siswa, siswa madrasah aliyah sebanyak  4.013 dan siswa s-m-k sebanyak 5.703 siswa.
Read more »

Senin, 09 April 2012

BAPAK CABULI ANAK KANDUNG HINGGA HAMIL TUJUH BULAN

Perbuatan seorang bapak di lamongan ini, sungguh bejad. Ia tega melakukan pencabulan terhadap anak kandungnya sendiri yang masih duduk di bangku sekolah dasar. Akibatnya, sang anak kini tengah hamil tujuh bulan dan terancam kehilangan masa depannya.

Sutris, 36 tahun, warga desa ayam alas, kecamatan mantup, lamongan ini, hanya pasrah saat digelandang petugas ke ruang penyidikan mapolres setempat.

Seorang bapak tiga anak ini, tega melakukan pencabulan terhadap A-N, 11 tahun, yang merupakan anak kandungnya sendiri, yang kini masih duduk di bangku kelas enam sekolah dasar.

Peristiwa tersebut, berawal sejak tahun lalu. Korban yang merupakan anak keduanya, kerap kali berada di rumah sendirian. Sedang istrinya, bekerja sebagai buruh tani dan selalu pulang sore hari.

Melihat itu, tersangka lantas memaksa anak kandungnya tersebut untuk melayani nafsu bejadnya dengan mengancam akan meninggalkan keluarga jika korban tidak bersedia melayani. Ternyata, perbuatan tersebut terus dilakukan hingga korban kini tengah hamil tujuh bulan.

Di hadapan petugas, tersangka mengaku jika telah empat belas kali melakukan pencabulan terhadap anak kandungnya sendiri, dan semuanya dilakukan di dalam rumah saat istrinya bekerja sebagai buruh tani.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatan bejadnya, tersangka harus mendekam di sel tahanan mapolres lamongan dan dijerat undang-undang perlindungan anak serta undang-undang kekerasan dalam rumah tangga dengan ancaman hukuman lima belas tahun penjara.
Read more »

Rabu, 28 Maret 2012

KOLEKTOR PERANGKO KINI BERBUAH UNTUNG

Sebagian orang memiliki kecintaan mengoleksi perangko  untuk mengenang sejarah, baik sejarah  perkembangan tokoh  ternama  atau perkembangan perangkat pos itu sendiri. Di lamongan, seorang kolektor, memikili  sebanyak seribu enam ratus perangko  kuno dari  58  negara. Menariknya, dari  sikapi mengenang sejarah ini, ternyata membuahkan rezeki karena tak sedikit  perangko kuno dibeli  kolektor lain  dengan harga mahal.

Sugeng rahmad ardiansyah,  warga desa sukodadi,  kecamatan sukodadi  kabupaten lamongan ini,  tidak pernah  menyangka bahwa hobinya selama ini bakal menjadi rezeki tersendiri.

Sejak tahun 1982, bapak  yang kini memiliki tiga  anak ini  gemar mengoleksi perangko yang berasal dari berbagai negara.  Perangko yang dikumpulkan ini,  berasal dari  58  negara. Mulai dari amerika serikat  hingga perancis.

Secara keseluruhan, jumlah perngko yang dimiliki sugeng sebanyak  seribu enam ratus  edisi.  Usia perangko ini mulai 5 hingga  mencapai 400 tahun.

Perangko  paling tua koleksi warga lamongan ini, berasal  dari amerika serikat dengan gambar presiden amerika pertama george woshington,  dengan tahun pembuatan 1863.

Sedangkan perangko yang paling mahal adalah perangko yang tertera tulisan w-w-f,  yaitu jenis perangko  langkah keberadaannya di dunia. Rata-rata perangko jenis ini bergambarkan binatang satwa yang sangat langkah.

Selain itu, warga sukodadi ini juga mempunyai koleksi perangko dalam negeri pada  presiden sukarno .  Koleksinya lengkap, mulai dari awal sukarno  berkuasa hingga suharto lengser.

Menurut sugeng rahmad ardiansyah, perangko yang dimilikinya ini ia kumpulkan sejak masih s-m-p. Selain  melakukan pencarian secara langsung, ia  juga melakukan pertukaran dengan teman-teman sesama filateli dari berbagai negara.

Menariknya, dari  aksi mengenang sejarah ini, ternyata membuahkan rezeki karena tak sedikit  perangko kuno dibeli  kolektor lain  dengan harga mahal. Yaitu antara  500 ribu hingga jutaan. Bahkan seluruh perangko sugeng pernah ditawar dua  milard oleh  kolektor  dari belanda. Namun karena kurang pahamnya bahasa inggris akhirnya penawaran tersebut batal.

Saat ini,  perangko-perangko koleksi sugeng  rahmad ardiansyah ini   diburu oleh banyak kolektor  dunia, padahal semula sugeng mengumpulkan perangko hanya sekedar hobbi untuk mengenang sejarah.
Read more »

Selasa, 27 Maret 2012

PRAKTIK PUNGLI PENGURUSAN SURAT DI KECAMATAN PUCUK

Di tengah gencarnya program e-ktp dengan kucuran dana yang tidak sedikit dari pemerintah pusat, di lamongan, justru semakin marak adanya praktik pungli di kantor kecamatan. Untuk meminta surat pindah kecamatan saja, warga harus membayar puluhan ribu rupiah, itupun masih belum rampung.

Sepertinya, warga miskin selalu menjadi korban praktik pungli di kalangan birokrasi. Di lamongan, seorang warga harus mengeluarkan puluhan ribu rupiah hanya untuk meminta surat pindah kecamatan yang harusnya gratis.

Hal itu, dialami oleh Sulis Rahmadi, warga dusun Tulung, desa Wanar, kecamatan Pucuk, Lamongan. Yang meminta surat pindah untuk adiknya yang hendak pindah ke kecamatan Deket, lamongan, dan harus mengeluarkan uang sebesar  75 ribu rupiah, dan itupun belum tuntas berkas-berkasnya.

Awalnya, Sulis yang meminta surat pengantar dari kelurahan, membayar sebesar lima belas ribu rupiah. Selanjutnya, ia datang ke kantor kecamatan dan diharuskan membayar biaya administrasi sebesar 23 ribu rupiah di tambah enam ribu rupiah untuk membeli materai.

Meski  telah membayar, Sulis harus menunggu selama dua minggu untuk proses pengerjaan surat. Namun, setelah dua minggu, saat sulis mengambil berkas di kantor kecamatan, iapun diharuskan kembali membayar biaya administrasi sebesar tiga puluh ribu rupiah.

Tarikan itu, terang saja diluar dugaan sulis. Namun, terpaksa ia harus membayarnya. Namun, biaya yang besar tersebut, ternyata masih mengecewakan. Pasalnya, surat-surat yang diterimanya belum lengkap sehingga tidak bisa dilanjutkan ke kecamatan selanjutnya.

Sementara itu, kepala Dinas Catatan Sipil dan Kependudukan Kabupaten Lamongan, Mursid, yang dikonfirmasi melalui telepon, menjelaskan. Sesuai dengan surat edaran yang dikeluarkan oleh Bupati lamongan, bahwa semua pengurusan surat ke kecamatan untuk pindak tempat dalam satu kabupaten, adalah gratis dan tidak dipungut biaya apapun.
Read more »