pembubaran kpk
Pernyataan pembubaran KPK yang dilontarkan Marzuki Alie mendapat tanggapan keras dari berbagai kalangan. Bahkan ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD turut mengkritik pernyataan ketua DPR RI tersebut..
korupsi
Setelah beberapa minggu menjalani pemeriksaan Kejaksaan Negeri Lamongan, Mustakim Arif, Kepala Dinas Pertanian, resmi ditetapkan sebagai tersangka kasus pengadaan pakan ternak sapi bibit.
sekolah rusak
Memasuki sekolah baru, bagi siswa sekolah dasar, merupakan pengalaman yang sungguh berarti. Namun di lamongan, siswa sekolah dasar ini justru khawatir tertimbun atap lantaran kondisi gedung sekolah yang tak lagi layak dipakai.
Sabtu, 15 Oktober 2011
EKSEKUSI PASAR BABAT RICUH, RATUSAN PEDAGANG LAKUKAN PERLAWANAN
22.04
Heru Kuswandi
Eksekusi pasar Babat yang dilakukan oleh pemerintah kabupaten Lamongan, minggu siang, diwarnai kericuhan. Kericuhan dipicu, lantaran ratusan pedagang berusaha melawan petugas yang melakukan eksekusi.
Setelah tertunda dua hari dari dead line semula, pemerintah kabupaten Lamongan, bersama dengan investor, minggu siang, akhirnya benar-benar melaksanakan ancamannya dan melakukan eksekusi pasar Babat dengan alat berat.
Alat berat ini, langsung merobohkan satu persatu bangunan yang selama ini dijadikan ribuan pedagang untuk mencari nafkah.
Sementara itu, diluar pagar betis yang dijaga ketat ratusan petugas gabungan dari Satpol PP kabupaten Lamongan, Polres Lamongan, serta T-N-I, terjadi kericuhan antara petugas dengan ratusan pedagang.
Kericuhan ini dipicu, lantaran pedagang berusaha melawan saat melihat lapak dagangan mereka diratakan. Saat mereka hendak memasuki area pembongkaran, petugas yang bersiaga langsung menghadang mereka. Akhirnya, bentrokpun tak dapat dihindarkan.
Namun, kuatnya pengamanan yang dikerahkan dalam eksekusi, membuat ratusan pedagang ini tak dapat berbuat banyak. Sejumlah pedagang yang diduga sebagai profokator akhirnya diamankan oleh petugas.
Lia, salah satu pedagang, mengaku pasrah dengan kondisi tersebut. Meski ia bersama pedagang lainnya berusaha melawan, namun, hal itu sia-sia. Dengan dilakukannya eksekusi pasar ini, ia mengaku telah kehilangan pekerjaan. Tragisnya lagi, semua barang dagangannya akan membusuk karena ia tak bersedia untuk pindah ke pasar agrobis.
Meski mendapat perlawanan, proses eksekusi pasar Babat yang berada di persimpangan empat kabupaten inipun terus berjalan. Alat berat yang dijaga ketat ratusan petugas keamanan, satu persatu terus merobohkan bangunan pasar.
ALAT BERAT MULAI BEKERJA, PEDAGANG PASAR BABAT MASIH TETAP BERTAHAN
00.26
Heru Kuswandi
Adanya perlawanan dari ribuan pedagang, pemerintah kabupaten lamongan, akhirnya menunda jadwal eksekusi pada 14 oktober lalu menjadi 16 oktober besok. Hingga sabtu siang, beberapa alat berat mulai melakukan pembongkaran. Namun, ribuan pedagang masih tetap bertahan dengan aktifitasnya.
Sejumlah alat berat, mulai sabtu siang telah didatangkan dan memulai melakukan pembongkaran terhadap sejumlah lapak pedagang pasar babat yang berada di eks terminal sebelas selatan.
Pemerintah kabupaten lamongan, bersama dengan investor, memberikan jangka waktu hingga minggu, 16 oktober besok kepada pedagang untuk membongkar sendiri lapak mereka. Dead line tersebut, sebenarnya telah molor dari kesempatan pertama yang mestinya akan dilakukan eksekusi pasa tanggal 14 oktober kemaren.
Meski alat berat ini telah mulai bekerja, ribuan pedagang masih tetap melakukan aktifitasnya. Mereka akan tetap bertahan dan tidak bersedia untuk dipindahkan ke pasar Agrobis. Selain lahan yang disediakan oleh pemerintah jumlahnya terbatas, kondisi pasar Agrobis masih relatif sepi dan tidak cocok untuk laju pertekonomian.
Fauzi, salah satu pedagang ini misalnya. Bagaimanapun juga, ia tidak akan pindah ke pasar Agrobis dan akan memilih tetap bertahan di pasar babat. Selain akan dijadikannya Mall dan Plaza, ia khawatir tak mampu membeli lantaran harganya cukup mahal.
Jika pada 16 oktober nanti, pemerintah kabupaten lamongan benar-benar melakukan eksekusi, ia bersama pedagang lainnya akan terus melawan.
Rencananya, jika dalam batas waktu 16 oktober besok, para pedagang ini tidak melakukan pembongkaran sendiri, maka pemerintah kabupaten lamongan akan tetap melakukan eksekusi dan membongkar paksa seluruh lapak pedagang dengan alat berat yang telah didatangkan.
Sementara itu, untuk menjaga kemungkinan adanya perlawanan, ratusan petugas dari Polres lamongan dan T-N-I disiagakan di area pasar babat.
Jumat, 14 Oktober 2011
TIGA KASUS DIFTERI DITEMUKAN DI LAMONGAN, SATU PENDERITA MENINGGAL
00.07
Heru Kuswandi
Ditetapkannya Difteri sebagai kejadian luar biasa oleh Pemprov Jatim, diLamongan juga, ditemukan 3 kasus penyakit yang menyerupai radang tenggorokan tersebut. Dari ketiga penderita, satu di antaranya meninggal dunia dan tidak bisa diselamatkan, sementara dua penderita lainnya bisa disembuhkan.
Wabah Difteri yang menyerang wilayah Jawa Timur, hingga ditetapkannya sebagai Kejadian Luar Biasa ( K-L-B), membuat dinas kesehatan kabupaten Lamongan melakukan antisipasi.
Sejak bulan maret hingga oktober 2011, dinas kesehatan kabupaten Lamongan, mencatat ada tiga kasus balita menderita penyakit Difteri. Dua mampu disembuhkan, sementara satu penderita meninggal dunia saat di bawa ke RSUD Dokter Soetomo Surabaya pada bulan agustus lalu.
Dua balita yang bisa disembuhkan tersebut, yakni balita usia 17 bulan, warga desa Dinoyo, kecamatan Deket, serta balita usia 4t tahun, warga desa Putat Kumpul, kecamatan Turi Lamongan. Sementara balita usia 3 tahun warga desa Sendang Rejo, kecamatan Ngimbang, meninggal dunia.
Yuliarto, kepala dinas kesehatan Lamongan, menerangkan, penyakit Difteri tersebut, disebabkan oleh bakteri Cornyebacterium Diphteriae yang dapat menular melalui kontak langsung, yang bisa berupa batuk lendir maupun komunikasi jarak dekat dengan penderita.
Biasanya, penyakit tersebut akan menyerang balita di atas usia 1 tahun yang belum melakukan imunisasi lengkap minimal 3 kali imunisasi antara usia 0-1 tahun, sehingga kekebalan tubuh belum kuat.
Sementara itu, untuk mengantisipasi merebaknya Difteri di kabupaten Lamongan, dinas kesehatan kabupaten setempat melakukan imunisasi serempak ke seluruh desa yang dikhususkan kepada imunisasi DPT dengan pemberian vaksin Eritromisin kepada anak usia 1-10 tahun.
Rabu, 12 Oktober 2011
JELANG EKSEKUSI PASAR, TIGA RIBU PEDAGANG GELAR UNJUK RASA
22.51
Heru Kuswandi
Jelang eksekusi pasar babat yang di deadline 14 oktober besok, 3.000 pedagang pasar babat, kamis siang, menggelar aksi unjuk rasa, menolak relokasi. Pedagang bersikeras akan tetap bertahan karena menganggap pasar Agrobis merupakan tempat warung mesum yang tak layak mereka tempati.
Sekitar 3.000 pedagang pasar babat, kamis siang, melakukan aksi unjuk rasa di depan pasar setempat, yang berada di perempatan antara kebupaten Jombang-Lamongan, Bojonegoro-Lamongan, dan kabupaten Tuban-Lamongan.
Sambil melakukan orasi, ribuan pedagang inipun membawa sejumlah poster yang berisi penolakan dan mengecam kebijakan pemerintah kabupaten setempat yang bersikap sewena-wena dan sama sekali tidak memperhatikan kepentingan rakyat kecil. Bahkan, di salah satu poster disertai dengan sepasang pakaian dalam wanita.
Aksi ini dipicu, dengan dead line pemerintah beserta investor yang akan segera melakukan eksekusi pasar pada tanggal 14 oktober besok. Sementara, sebagian dari pedagang, akan dipindahkan ke pasar agrobis babat, sisanya lagi, tak menentu bagaimana nasibnya dan terancam kehilangan mata pencaharian.
Nutik Susilowati, salah satu pedagang yang bakal dipindah, menolak keras relokasi tersebut. Menurutnya, selama ini, pasar agrobis merupakan tempat mesum yang sebagian besar dihuni oleh warung remang-remang dan tak layak untuk ditempati pedagang dari pasar tradisional seperti dirinya.
Sementara itu, Ayok, korlap aksi menegaskan, ribuan pedagang ini, tidak menolak pembangunan, namun menolak relokasi. Sebab, apa yang telah direncanakan oleh pemerintah setempat beserta investor tidak sesuai dengan kesepakatan awal. Maka, seluruh pedagang akan bersatu menolak relokasi dan tetap bertahan di pasar apapun akibatnya.
Semula, pihak pemerintah berencana akan mendirikan pasar baru yang tetap mengedepankan pasar tradisional. Namun, dari planing terakhir, justru akan dijadikan Mall dan Plaza sehingga mengorbankan pedagang kecil.
PERTANDINGAN PERDANA, PERSELA LAWAN PERSEBAYA SURABAYA
18.54
Heru Kuswandi
Jelang pertandingan perdana lawan Persebaya 27 november mendatang, Persela lamongan terus melakukan persiapan. Dan dua pemain asingpun resmi direkrut untuk memperkuat tim yang berjuluk laskar joko tingkir tersebut.
Menghadapi pertandingan perdana, Persela lamongan harus menghadapi tim perseteruannya, Persebaya surabaya, 27 november mendatang.
Berbagai persiapanpun dilakukan pelatih Persela Miroslav Janu, di antaranya merekrut duia pemain asing. Mereka adalah Gustavo Fabiaan Lopes dari argentina dan mantan pemain arema indonesia Roman Golian berkewarganegaraan slovakia.
Roman Golian yang datang mengikuti seleksi bersama enam pemain asing lainnya, yakni Marcio Saoza, Luis Pena, Vagner Luis De Oliveira Marins, Rolan Sletcho serta Steven Keltjes,berhasil memikat hati Janu.
Dengan postur yang dianggap ideal yakni bertinggi badan 187 centi meter serta mempunyai materi bermain apik, mantan bek Arema Indonesia ini dianggap layak mengantikan Fabiano Beltrame yang hijrah ke Persija jakarta .
Sementara Gustavo Fabian Lopez memang kembali diperpanjang kontraknya oleh manajemen karena dianggap banyak memberikan kontribusi ke tim kebanggaan warga lamongan itu. Selain dua pemain asing, Miroslav Janu juga memperkuat posisi straiker pada Rudi Widodo, mantan pemain Sriwijaya FC musim lalu yang menggantikan posisi Riduane Barkoui.
Miroslav Janu, pelatih Persela lamongan, mengakui, jika dalam persiapan pertandingan perdana nanti, ia akan terus menggenjot fisik maupun mental anak asuhnya untuk mampu bermain maksimal.
Selain itu, Miroslav Janu, juga masih melakukan seleksi terhadap Usep Munandar mantan pemain belakang Persisam Samarinda serta gelandang muda PSM Makassar Diva Tarkas.
Kamis, 06 Oktober 2011
RIBUAN NARKOBA DAN VCD BAJAKAN DIMUSNAHKAN KEJAKSAAN LAMONGAN
22.37
Heru Kuswandi
Ribuan butir narkoba jenis karnopen serta ribuan keping v-c-d bajakan di lamongan , jum’at disiang dimusnahkan oleh kejaksaan negeri lamongan . Ribuan barang haram tersebut merupakan barang bukti tindak pidana yang dilakukan oleh dua puluh lima terpidana yang telah diputus pengadilan dan memiliki kekuatan hukum tetap , tindak kejahatanya terjadi semenjak januari hingga september tahun 2011 di wilayah lamongan .
Petugas dari kejaksaaan negeri lamongan , pengadilan negeri, serta polres lamongan , jum’at siang melakukan pemusnahan ribuan butir pil narkoba jenis karnopen . Ribuan barang haram ini dibakar dihalaman kejaksaan negeri lamongan .
Ribuan pil koplo ini merupakan barang bukti dari dua belas kasus yang kedua belas terpidananya kini sedang menjalani hukuman setelah diputus oleh pengadilan .
Selain itu , kejaksaan negeri lamongan juga memusnahkan lima ribu keping v-c-d bajakan . Bahkan petugas terpaksa menyiram api dengan minyak tanah agar kepingan v-c-d ini segera musnah . Lima ribu vcd bajakan ini merupakan barang bukti tindak kejahatan pemalsuan serta peredaran vcd palsu di wilayah lamongan . Untuk kasus vcd palsu ini, pelakunya yang sedang menjalani hukuman sebanyak tiga belas terpidana .
Dyah Retnowati s-h , kepala kejaksaan negeri lamongan, mengaku, pemusnahan barang bukti ribuan pil karnopen dan lima ribu vcd bajakan ini dilakukan karena kasusnya sudah diputus oleh pengadilan serta sudah memiliki kekuatan hukum tetap .
Karnopen serta vcd yang dimusnakan ini merupakan barang bukti tindak pidana selama bulan januari hingga september tahun 2011 yang terjadi di wilayah hukum kabupaten lamongan .
Seluruh barang bukti ini merupakan barang bukti atas kasus yang diungkap oleh jajaran polres lamongan , di sejumlah daerah di lamongan . Kemudian kasus tersebut diproses hingga adanya putusan tetap dari pengadilan .








