Jumat, 29 Juli 2011

ANGKA KEMISKINAN DI INDONESIA MASIH TINGGI

Kemiskinan, merupakan masalah global yang harus ditangani oleh semua pihak, bukan saja pemerintah. Di indonesia sendiri, angka memiskinan terus mengalami kenaikan setiap tahunnya. Hal itu, menyebabkan banyaknya pengemis, gelandangan, serta tingginya angka kriminalitas. 

Tingkat kemiskinan di indonesia tiap tahun semakin meningkat, hal ini dapat dilihat dari tingkat populasi  hidup masyarakat miskin kota sehingga berjamurnya beberapa permasalahan sosial yang dihadapi  pemerintah dan masyarakat. Hal itu, menyebabkan banyaknya keluarga yang rela memperkerjakan anaknya sebagai peminta – minta di jalan, menjadi gelandangan, tingginya kasus pencurian dan pengangguran juga merupakan faktor  krisis ekonom.

Kemiskinan merupakan masalah global yang harus ditangani secara bersama – sama. Untuk itu, diperlukan peran pemerintah dan masyarakat dalam mengatasi permasalahan ini. Langkah nyata yang harus dilakukan bersama untuk memberdayakan masyarakat miskin melalui ukm, program keluarga harapan, pelayanan kesejahteraan sosial anakdan kelompok usaha bersama.

Hal itu, diungkapkan oleh Rusli Wahid, Dirjen Pemberdayaan Sosial dan Penanggulangan Kemiskinan, saat menghadiri acara bulan bakti nasioanal pekerja sosial masyarakat, yang digelar di lamongan, jumat, (22/7/11)

Menurut Rusli Wahid, pada tahun 2011, angka kemiskinan di indonesia masih cukup tinggi, yakni mencapai 13,20 prosen, yakni 3,2 juta orang. Untuk itu, peran serta segenap lapisan masyarakat sangat diharapka untuk mampu menekan hingga lima prosen dalam tahun ini. 

Sementara itu, Khosyi’in Koco Woro Brenggolo, ketua Pekerja Sosial Masyarakat, P-Ss-M jawa timur, yang sekaligus pengasuh pondok pesantren sumber pendidikan mental agama allah, yang berada di desa turi, kecamatan turi, lamongan menegaskan, untuk sarana pengentasan kemiskinan di indonesia, psm merupakan wadah yang paling tepat. Selain berada di seluruh propinsi di indonesia, psm juga merupakan sebuah kelompok individu yang tak disekat dengan agama, budaya, serta idiologi.

0 komentar:

Posting Komentar