Senin, 01 Agustus 2011

PENGRAJIN SONGKOK KEBANJIRAN ORDER

Memasuki bulan ramadhan tahun ini, membawa berkah tersendiri bagi pengrajin songkok di lamongan. Pada minggu pertama saja, pesanan terus meningkat hingga 40 % dari hari biasanya. Tidak hanya dalam kota, songkok produksi lamongan tersebut, dipasarkan hingga ke sejumlah pulau di indonesia.

Ramadhan tahun ini, membawa berkah bagi pengrajin songkok, khususnya yang berada di desa Pomahan Janggan, kecamatan Turi Lamongan. Dalam minggu pertama ini, pengrajin songkok mulai kebanjiran order hingga empat puluh prosen.

Pada hari biasa, dalam seminggu permintaan songkok hanya 250 kodi. Namun, memasuki bulan ramadhan tahun ini, pesanan mengalami kenaikan yang signifikan, yakni mencapai 290 kodi perminggunya.

Untuk memenuhi order tersebut, pengrajin terpaksa harus lembur dan menambah karyawan. Mengingat, pesanan bukan saja datang dari dalam kota, melainkan sejumlah kota di luar jawa, seperti Makassar, Lampung, maupun Samarinda.

Alfin, pengrajin songkok asal lamongan ini, mengakui, jika memasuki bulan ramadhan tahun ini, songkok lebih banyak dikirim ke luar jawa ketimbang di kota sekitar, seperti gresik, surabaya dan sidoarjo.

Di tengah ramainya pesanan yang melimpah ini, para pengrajin songkok, kini justru dibenturkan dengan permasalahan baru, yakni kesulitan mencari bahan baku pembuatan songkok. Para pengrajin ini, terpaksa harus merogoh kocek lebih besar lantaran harus mendatangkan bahannya dari singapura.

1 komentar:

Unknown mengatakan...

bisa masok ke derah madiun gak bos

Posting Komentar